Apa itu Ahmadiyah? Kesaksian seorang NU

Saudara-saudara, saya ingin membagi informasi tentang ajaran Ahmadiyah yang saya baca langsung dari kitab karangan pendirinya: Mirza Ghulam Ahmad (MGA). Kitab yang menjadi rujukan saya adalah “al-khazain al-ruhiyah”, “al-mawahib al-rahman” yang merupakan terjemahan dari bahasa Urdu Ahmadiyah. Saya akan membagi pembahasan jadi dua, yaitu ajaran-ajaran apa dari mereka yang sama dan ajaran-ajaran apa dari mereka yang berbeda.

Ajaran Ahmadiyah sama dengan mayoritas umat Islam dalam:

1. Agama mereka adalah Islam, syahadat mereka adalah La ilaaha illahu wa muhammad rasulullah. Penegasan agama Islam dan syahadat ini ditulis oleh Mirza Ghulam Ahmad di Juz 19 al-Khazain al-Ruhiyah-Kitab Mawahib al-Rahman. “Tidak masuk dlm Jemaat kami,kecuali yg memeluk Islam, mengikuti Kitab Allah, sunnah manusia terbaik (Muhammad saw).. dst (MGA). Maka tidak benar kalau menganggap Ahmadiyah adalah agama baru seperti Bahai, Sikh, dst. Ahmadiyah adalah nama ormas keagamaan bukan agama. Ahmadiyah seperti Muhammadiyah, atau NU, atau Persis, dll (nama ormas keagamaan bukan agama, bukan madzhab fiqh atau firqah).

Penegasan ini brasal dari pendirinya Mirza Ghulam Ahmad bahwa tidak seorang pun yang boleh masuk jemaat kami (#ahmadiyah) kecuali dia muslim. Penghakiman terhadap Ahmadiyah bersumber dari sas-sus, fitnah untuk tujuan di luar dakwah Islam, tapi soal kekuasaan. Saya telah mengunjungi dua masjid Ahmadiyah di London, yang pertama London Mosque (al-fadl) mesjid tertua di Inggris (thn 20-an) dan Baytul Futuh. Tidak benar kalau pengikut Ahmadiyah hajinya ke Qadian-India atau ke London, ini fitnah besar. Pengikut Ahmadiyah yang ke London atau ke Qadian untuk mengikuti “Jalsa Salanah” annual meeting ‘pertemuan tahunan’ di Indonesia pun ada.

2. Ahmadiyah percaya Muhammad SAW sebagai “Khatam al-Nabiyyin” (‘penutup nabi2′)-seperti ditegaskan oleh MGA dalam “Mir’ah Kamalat Islam”.

3. Ahmadiyah percaya tidak ada kitab suci selain al-Quran yang di dalamnya Kalam Ilahi, syariat sempurna & terakhir. Oleh karena itu, yang menuduh Ahmadiyah punya kitab suci selain al-Qur’an yang disebut-sebut tadzkirah adalah fitnah & dusta besar. Tadzkirah yang berasal dari ucapan, catatan, dan ilhamat Mirza Ghulam Ahmad dibukukan 27 tahun setelah MGA wafat bukan kitab suci Ahmadiyah.

4. Rukun Islam Ahmadiyah ada (5): syahadat, shalat, puasa, zakat & haji ke baitullah di Mekkah. Dalam ibadat Ahmadiyah ikut madzhab Hanafi.

5. Apa yang diharamkan oleh Allah & Rasul-Nya pengikut Ahmadiyah juga haramkan ini ditegaskan dalam kitab Nur al-Haqq.

Kesimpulan, rukun Iman (6) dan rukun Islam (5) pengikuti Ahmadiyah sama dengan mayoritas umat Islam sedunia.

Ahmadiyah shalat 5 waktu (bukan 3 waktu seperti Syiah) jumlah rakaat sama, bunyi adzan sama (kalau Syiah beda), dalam subuh tak ada qunut. Dalam shalat Ahmadiyah seperti Muhammadiyah tidak ada zikir setelah shalat, doanya tidak nyaring, tidak ada qunut, tidak ada shalawat di antara 2 khutbah. Koreksi untuk anda: (Ahmadiyah shalat 5 waktu (bukan 3 waktu seperti Syiah)…Syiah shalat 5 waktu juga, tapi dibagi menjadi Subuh, Zuhur dan Ashar, Magrib dan Isya. by Rachmat Setiawan)

 

Beberapa Perbedaan dengan sebagian umat Islam:

1. Ahmadiyah percaya wahyu itu berlanjut, namun hanya “wahyu tabsyiri wal indzari” (wahyu dakwah) bukan “wahyu tasyrii” (wahyu syariat). Ahmadiyah percaya Mirza Ghulam Ahmad dapat wahyu, tapi isinya bukan syariat baru, tapi penegasan pada syariat Muhammad SAW. Apakah wahyu bisa diturunkan pada selain Nabi? Jawabnya bisa. Ibu Musa as dapat wahyu di surat al-qashash ayat 8. Selain Ibu Musa, Maryam menerima kalam dari malaikat (al Imran ayat 46), atau al-hawariyun –pengikut setia Isa (al-maidah ayat 112). Wa idz awhaytu ila al-hawariyyina an aminu bi wa bi rusuli – saat Kuwahyukan pada pengikut setia Isa,untuk beriman pada-Ku & RasulKu” (al-maidah 112)

Kesimpulan dari dalil-dalil tadi wahyu bisa diturunkan Allah pada selain Nabi, Ibu Musa, Maryam, pengikut Isa tapi bukan “wahyu syariat”. Benar Mirza Ghulam Ahmad mengaku menerima wahyu, tapi BUKAN WAHYU SYARIAT, wahyu itu tdk membatalkan syariat Muhammad SAW. Mohon anda baca kembali istilah wahyu ayat-ayat Qur’an yang diturunkan selain Nabi, atau bahkan pada tumbuhan dan binatang, tapi bukan wahyu syariat.

2. Ahmadiyah percaya semua nabi tubuhnya adalah manusia biasa, dan akan berakhir seperti manusia biasa (mati), dmikian jga Isa as. Yang membedakan Ahmadiyah dengan umat Islam yang lain yaitu, bagi ahmadiyah Isa telah wafat, tidak hidup jasmani-rohani nya di langit. Ahmadiyah dengan argumentasi nalar dan teks menolak bahwa saat ini Nabi Isa masih hidup, berada di langit, tubuh & ruhnya dan akan datang lagi. Ahmadiyah percaya Nabi Isa as, seperti nabi-nabi yang lain, tubuhnya manusia dan punya ajal, tubuh punya umur. Karena Ahmadiyah percaya nabi Isa telah wafat, maka mesias dan imam mahdi-ratu adil yg dijanjikan-adalah orang lain, bukan Nabi Isa yang wafat. Ahmadiyah percaya orang yang sudah wafat tidak akan kembali ke dunia ini, sprti halnya Nabi Isa as. Ia tidak akan kembali lagi ke dunia. Keyakinan Ahmadiyah ini lebih rasional dibanding kebanyakan umat Islam yang percaya Isa sebagai manusia masih hidup tubuhnya & berada di langit. Dibanding Imam Syiah 12 Imam (yang ada di Iran) mereka percaya imam ke-12 yang ada di abad pertengahan masih hidup dan akan kembali ke dunia. Arti “rafa’a” dalam quran untuk Isa as, bukan Allah “mengangkat” jasad dan ruhnya ke langit, tapi “mengangkat derajatnya” (mulia).

3. Kalau bagi mayoritas umat Islam, mesias (al-masih) dan Imam Mahdi belum turun, bagi Ahmadiyah sudah turun yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Dengan catatan keras: Mesias dan Imam Mahdi ini memperkuat syariat Muhammad SAW, tidak boleh menambah atau mengurangi sedikit pun. Karena nubuat2 ini harus diletakkan dalam doktrin bahwa Mesias itu adalah seorang nabi (tanpa syariat) yg memperkokoh syariat Muhammad saw.

Jadi meski Ahmadiyah percaya Mirza Ghulam Ahmad seorang nabi (Mesias) dan dapat wahyu, tapi TIDAK ADA SYARIAT BARU. Ibadat mereka sama dengan yang lain.

Banyak yang salah paham, dikiranya keyakinan Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan mendapat wahyu otomatis mengubah syariat Muhammad? Salah besar itu. Jangan menutup mata, bahwa keyakinan Ahmadiyah terhadap Mirza Ghulam Ahmad ada landasan teks dan rasional, mereka berhak untuk percaya.

Keyakinan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi tidak mengubah syahadat, hanya diucapkan dlm bay’at unt masuk jemaat Ahmadiyah. Nama Mirza Ghulam Ahmad dan wahyunya tidak disebut dalam bacaan shalat, tidak pula di masjid-masjid Ahmadiyah. Foto Mirza Ghulam Ahmad dan penggantinya (khulafa’) memang dipasang di kantor2 Ahmadiyah tapi tidak di masjid. Di masjid-masjid Ahmadiyah hanya ada syahadat dan ayat-ayat al Quran, tidak ada foto Mirza Ghulam atau ucapan-ucapannya.

Anda yg mau mengetahui ajaran Ahmadiyah bacalah dari buku-buku aslinya bukan kutipan-kutipan dari musuh-musuh mereka Kesimpulan saya : rukun iman dan Islam Ahmadiyah sama dengan mayoritas Islam, bedanya Mesias & Imam Mahdi bagi mereka sudah datang, sedangkan bagi yang lain belum.

Ibadat Ahmadiyah sama dengan umat Islam yang lain, secara madzhab fiqh mereka ikut Imam Hanafi (Imam fiqh pertama dlm 4 Madzhab). Ada kaidah fiqh yang sering dikutip GusDur qawl al-mujtahidi ‘an khashmihi laa yu’khadz (pendapat mujtahid tentang lawannya tak bisa diambil). Oleh karena itu, pendapat MUI, FPI, FUI,HTI atau siapapun yg memusuhi Ahmadiyah tidak bisa diandalkan, karena mereka punya bias-permusuhan. Ada kaidah fiqh yang lain juga untuk tidak mudah menghakimi, “idra’uu al-syubhaat” (hindari perkara-perkara yang belum jelas).

Semoga saya dijauhkan dari keangkuhan menganggap diri bisa menghakimi orang lain dalam soal iman.

Saya telah melihat tata-cara ibadah Ahmadiyah sampai pemimpin tertinggi mereka yg dipanggil “hudhur”, masjid-masjid mereka, tidak ada perbedaan. Isi dari ‘Jalsah Salanah’ adalah ceramah-ceramah dan shalat tahajud, tidak ada ritual dan ibadat baru yang tidak dikenal Islam. Saya menyimpan foto-foto masjid-masjid Ahmadiyah di Inggris dari luar hingga bagian dalam. Di luarnya ada kalimat syahadat dan di dalamnya ada ayat-ayat Qur’an. Tidak ada foto Mirza Ghulam dan kutipan kata-katanya di masjid-masjid Ahmadiyah, tidak ada kultus luar biasa padanya di jemaat #ahmadiyah.

Setiap masjid Ahmadiyah ada kalimat syahadat “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah”, tidak benar ada tambahan Mirza Ghulam nabi Allah. Kalau ada yang bilang: syahadat Ahmadiyah itu beda, shalatnya beda, puasanya beda, zakatnya beda, hajinya beda: ini fitnah besar!

Orang Ahmadiyah dari Pakistan memang tidak bisa naik haji ke Mekkah, karena di paspor mereka dipaksa ditulis agama mereka Ahmadi bukan Islam. Orang-orang Ahmadiyah Pakistan kalau mau naik haji pakai paspor Inggris atau India yang tak cantumkan agama di paspor mereka.

Apakah mayoritas umat Islam di Indonesia memusuhi Ahmadiyah? Tidak benar, kalau benar mereka takkan hidup di sini sejak tahun 20-an. Benar kalau mayoritas umat Islam di Indonesia berbeda dalam beberapa poin ajaran dengan Ahmadiyah tapi berbeda bukan berarti memusuhi.

Namun hal yang berkaitan dgn ibadah-ibadah mahdlah, hal yang “al-ma’lum min al-din bi al-dlarurah”, Ahmadiyah sama dengan mayoritas umat Islam Indonesia. Perdebatan kelompok Islam yang lain dengan Ahmadiyah sudah terjadi sejak lama, tapi tindakan kekerasan ini fenomena baru. Saya sering ditanya kenapa Ahmadiyah sangat dibenci? Lalu saya balik Tanya, kenapa baru sekarang mereka dibenci? Mereka di Indonesia sejak tahun 20-an lhoo!

Saat ini, seolah-olah sudah jadi parameter-tapi tolol-yang mau dianggap Islamnya bener maka harus membenci dan membubarkan Ahmadiyah. Kalau itu dipakai, maka KH Hasyim Asy’ari pendiri NU bisa dituding Islamnya nggak bener, karena tidak pernah ada fatwa membubarkan Ahmadiyah.

Yang belum pernah shalat, masuk masjid Ahmadiyah atau baca kitab-kitabnya tolong jangan sok tahu dank oar-koar tentang Ahmadiyah, anda cuma nelan fitnah. Siapa yg bilang ini: kebohongan kalau diulang-ulang suatu saat akan jadi kebenaran. Inilah yg terjadi pada #ahmadiyah. Banyak bukti : saksi, rekaman video, foto FPI lakukan aksi-aksi kekerasan, divonis pun sudah. Tapi Ahmadiyah tidak pernah lakukan kekerasan.

Kata siapa orang Ahmadiyah tidak bisa shalat dengan muslim yang lain? Atau muslim yang lain dilarang shalat di masjid Ahmadiyah? Buktikan dulu. ‘ala kulli hal Ahmadiyah sudah ada zaman Hadlratu Syekh Hasyim Asy’ari, tidak ada fatwa bubarkan ahmadiyah, saya manut beliau. Kalau memang Ahmadiyah boleh dibubarkan, sudah bisa sejak zaman KH Hasyim Asy’ari atau KH Wahid Hasyim yang jadi Menteri Agama yang pertama.

Kalau ada orang NU yang mau bubarkan Ahmadiyah, berarti ia anggap dirinya lebih dari Hadlratu Syaikh Hasyim Asyari. Seharusnya Surya Darma Ali Menteri Agama sekarang mengikuti KH Wahid Hasyim Menteri Agama pertama yang melindungi Ahmadiyah. Kiai-kiai NU yg ikut2an mau bubarin Ahmadiyah itu kiai-kiai baru yang amalannya “kursi fulitik” bukan “ayat kursi”

Pertanyaan yg harus dijawab, mengapa baru sekarang Ahmadiyah dimusuhi padahal mereka sudah ada di negeri ini sejak tahun 20-an? Kenapa baru Menteri Agama sekarang Surya Darma Ali yang mau bubarkan Ahmadiyah sementara Menteri Agama pertama KH Wahid Hasyim lindungi mereka? GusDur tegas membela Ahmadiyah sebagai hak konstitusional, sebagai warga-negara bukan sebagi ajaran. Jadi, sikapi Ahmadiyah sebagai warga-negara. Bagi anda yang tak setuju ajaran Ahmadiyah, tanamkan tasamuh (toleransi) sikapi mereka seperti GusDur menyikapinya sebagai warga-negara.

Anda kalau mau belajar NU, mau tahu NU ya ke GusDur, sanad beliau nyambung, masih bertemu KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, KH Wahab, KH Bisyri. Ajaran, tafsir dan tradisi NU yang otoritatif menurut saya melalui #GusDur, yang punya darah, ideologi & karamah tokoh2 NU, tolong jangan sebut yg lain.

Selama KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Wahab, KH Bisyri, dan KH Abdurrahman Wahid tidak berfatwa bubarkan Ahmadiyah, saya pun tidak! GusDur pernah ditanya, Gus Ahmadiyah sesat karena ngaku terima wahyu Respon GusDur “gitu aja kok sesat, gimana Wahyu Sihombing”.

Kesimpulan saya dari bacaan, amatan & pengalaman langsung, rukun Islam Ahmadiyah sama persis! Nama Mirza Ghulam Ahmad tidak disebut dalam syahadat atau shalat hanya dalam bay’at (ikrar masuk jemaat) Ahmadiyah. Orang mau yg masuk tarekat saja ada bay’at untuk taat pada Allah, Rasululullah, Syaikh Pendiri Tarekat dan Syaikh yang bai’at dia, begitu pula Ahmadiyah. Ahmadiyah tidak bisa dikafirkan karena mereka syahadat, shalat, puasa, berhaji, zakat, ikuti Qur’an & Sunnah Nabi. Mereka muslim. Sekali lagi anda yang tidak bisa terima ajaran Ahmadiyah (meskipun mayoritas sama) tasamuhlah (toleran) sikapi mereka sebagai warga-negara. Tak sedikit yang benci Ahmadiyah karena tidak tahu, seperti pepatah: al-nasu a’da’u ma jahilu (manusia cenderung memusuhi yang tak diketahuinya).

Informasi tentang Ahmadiyah yang dianggap kebenaran sebenarnya tak lebih kebohongan yang diulang-ulang. Sekian sekedar berbagi informasi tentang Ahmadiyah yang berasal dari bacaan, amatan dan pengalaman pribadi saya langsung berinteraksi dengan mereka.

Kalau ada yang sibuk ngurusin keyakinan Ahmadiyah, emang siapa Yang punya surga dan neraka? Kuu anfusakum wa ahlikum nara (jaga dirimu dan keluargamu dari neraka).

 

-Guntur Romli-

Penulis, Aktivis, dan Kurator di Komunitas Salihara, Jakarta

8 thoughts on “Apa itu Ahmadiyah? Kesaksian seorang NU

  1. Numpang lewat, jangan dihapus, Mas/Mbak, biarlah kawan-kawan kita membaca dan paham. Sebaiknya di-share lewat email boeh juga.

    Susno Duadji setelah sidang kesal dan bilang: “Anda lihat sendiri inilah pengadilan Republik Indonesia”. Ia sesungguhnya kesal, bagi Susno, semua itu rekayasa dan tidak benar.

    Sebetulnya tidak hanya sistem peradilan. Semua tergantung pemimpin pemerintahan atau presiden, sebab kapolri, kejagung juga diangkat/diberhentikan presiden. Semua di tangan Presiden sesungguhnya.

    Alasan tidak mau ikut campur urusan peradilan, ah masa’ bohong. Hakim-hakim pada sidang penting dan menentukan pasti dikomando presiden.

    Maka sesungguhnya pemimpin Rezim ini yang suka berpura-pura, licik, dan suka mengalihkan isu atau menyempitkan isu (melokalisir isu). Lihat, senyumnya itu yang seolah baik dan jujur kepada rakyat.

    Harusnya ada yang bisa dipelajari dari gerakan demo masif dan efektif di Mesir, mereka hebat….

    Kau perlu tahu kalau ciri-ciri gerakan efektif lebih ke aksi-aksi dan agenda-agenda nyata. Mereka melibatkan aktif tokoh-tokoh oposan tidak peduli siapa. Kalau perlu melibatkan tokoh-tokoh oposan musuh bebuyutan mereka.

    Kedua, harus masif, didukung dana masif dan foskus pada isu-isu sentral: harga-harga yang terus naik dan pembiaran korupsi yang menyedot dana besar negara, berbagai mafia itu.

    Mesir dan Indonesia sama. Bedanya di Mesir, barusaja terjadi. Indonesia, lebih dahulu, tahun 1998, tapi tidak menghasilkan apa-apa untuk rakyat banyak.

    Apakah perubahan di Mesir saat ini akan menguntungkan rakyat atau hanya berganti tangan, masih perlu dilihat. Mungkin rakyat Mesir lebih pandai untuk mengarahkan kemana dan bagaimana reformasi yang lurus dan tidak kembali terbajak.

    Indonesia praktis belum ada reformasi yang berarti.

    Rakyat dan anak-anak rakyat itu tidak memperoleh hak-hak dasar mereka: hak kesejahteraan, hak jaminan kesehatan dan pendidikan yang benar-benar gratis, kecuali gratis hanya wacana. Padahal itu semua merupakan hal-hal paling mendasar, yang harus dimiliki oleh rakyat, seperti yang dimiliki rakyat dari negara-negara baik di dunia. Semua itu sudah lama dilaksanakan oleh bahkan negara-negara tetangga negara itu sendiri seperti Malaysia dan Singapura, yang merdeka belakangan, dan bahkan negara relatif baru seperti Vietnam. Kemana pemikrian kepemimpinan nasional di Indonesia?

    TKi-TKI itu, juga, apakah mereka semua TKI? Bukan. Mereka kebanyakan para korban dari mefia perdagangan manusia oleh orang-orang WNI yang ber-KKN dengan oknum pejabat di Kementerian Tenaga Kerja. Presiden tidak tahu atau pura-pura tidak tahu dan membiarkan atau hanya perintah menteri dan lainnya tanpa mengawasi pelaksanaannya. Semua itu menjadikan rakyat Indonesia semakin sengsara.

    Mungkin Indonesia perlu gerakan reformasi jidil dua untuk mendapatkan sebuah pemerintahan yang benar-benar baru dan steril dari mentalitas lama, seperti yang akan terjadi di Mesir.

    Reformasi jidil dua yang dikehendaki oleh para mahasiswa dan kaum intelektual pada tahu 1998 itu nyata terjadi dan tidak dibajak seperti sekarang.

    Reformasi yang bukan hanya sekedar kulit luar, hanya bebas menyataka pendapat, tetapi perekonomian tidak dibangun untuk kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

    Negara ini tidak mungkin bertahan karena tidak memiliki industri dari repelita-repelita. RRC mampu karena mengamalkan tahapan-tahapan rencana-rencana itu secara benar. Kini, RRC menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan repelita-repelita yang konsisten.

    Kepemimpinan nasional sangat menentukan. Parlemen pembuat UU sangat menentukan. Kedua-duanya harus memiliki pemikiran untuk negara ke depan. Indoneia pernah memiliki di zaman Suharto, tetapi karena kebencian terhadap Suharto, UUD diubah, GBHN dihapus, itu blunder raksasa. Sebuah bangsa menuju kehancuran sendiri.

    Pembangunan menuju pertanian, kenelayanan dan apalagi industri rendah, menengah dan maju, tidak mungkin terlewati tanpa tahapan-tahapan seperti itu. Jika kepemimpinan nasional dan pemerintahan tidak memiliki dan tidak membuat atau memulai hal-hal sepertu itu, kemana negara dibawa? Mimpi kali ye.

    Seorang peimpin nasional harus tahu sadar dan memulai konkrit repelita-repelita seperti yang sudah lama ditempuh RRC itu, yang telah dihapus di Indonesia, negara tolol. Pemimpin harus benar-benar mengerti, tidak hanya berwacana, tidak zamannya lagi, itu blunder. Adalah dengan repeiita-repelita, sebuah negara akan selamat dan bisa mencapai kesejahteraan untuk seluruh rakyatnya. RRC dan bangsa-bangsa lain telah membuktikan itu semua. Semuanya harus jelas di atas kertas, GBHN, bukan wacaan dan sekedar usul atau pidato. RRC punya sistem sistem apapun dan sudah lama dan kini membuktikan mensejahterakan rakyatnya. RRC bukan Cina/Tionghoa, Cina/Tionghoa bukan RRC. Bahwa RRC didominasi etnis Cina/Tionghoa benar.

    Kau perlu tahu pula kalau reformasi yang benar dan tidak terbajak itu bisa terjadi jika kita memulai itu semua. Perlu ada pihak-pihak yang peduli, yang mau meluruskan jalannya reforamsi di Indonesia, yaitu semua perlu menggalang kekuatan, bersatu-padu, menggerakkan, membuat dan memiliki pendukung, seperti gerakan demonstran Mesir dan Tunia. Bisa?

    Dan harus pintar mengidentifikasi setiap pengalihan dan tetap fokus melihat penyebab pokoknya siapa.

    Rezim ini dikenal pandai mengalihkan atau menyempitkan isu. Taktik lama dan tetap dipakai. Kebanyakan kita tidak mengerti. Sebuah isu yang digulirkan TLA (tokoh lintas agama), misalnya, dialihkan.

    Isu yang sulit dialihkan adalah kenyataan harga-harga yang naik terus. Isu ini bisa mudah menggalang dan memicu gerakan demo masif, sebab menyangkut perut orang banyak.

    Jika sudah muncul isu penentu ini, maka akan dicoba dialihkan atau disempitkan ke isu yang jauh lebih sempit yaitu misalnya isu seputar Ahmadiyah. Ini taktik pengalihan/penyempitan isu, agar isu sentral dan berbahaya yaitu kelaparan, busung lapar, naiknya harga-harga, tuntutan penurunan harga-harga (semacam tritura zaman dulu) yang bisa mengudnang gerakan demo masif dimana-mana, bisa teralihkan.

    Sebuah rezim berbulu domba manapun akan jatuh kalau isu yang diangkat menyangkut perut. Jutaan pendemo bisa digalang untuk turun ke jalan kalau pengambilan isu tepat seperti tuntutan penurunan harga-harga. Jika isu ini masih juga ditolak tidak dilaksanakan sebuah rezim, gabungan kelompok-kelompok pendemo tetap cerdas, dengan beking tokoh-tokoh oposan yang kuat, isu bahkan dibawa untuk memaksa mundur penguasa. Rakyat Mesir berhasil menjatuhkan Mubarak, karena pengangkatan isu tepat dan berpengaruh luas: tidak adanya
    daay-beli rakyat akibat harga-harga yang selama ini terus dinaikkan, dengan membandingkan ke harga-harga rezim itu mulai berkuasa, plus isu korupsi.

    Di Indonesia, isu SARA dll merupakan taktik penyempitan/pengalihan isu. Hanya orang-orang Ahmadiyah yang terkena imbasnya, tidak seluruh rakyat. Rakyat tidak mungkin mengamuk semua. Tidak akan menimbulkan geraka demo masif, yang bisa membahayakan keberlangsungan suatu rezim.

    Siapa perduli dengan Ahamdiyah? Hanya orang-orang dan simpatisan Ahmadiyah. Kau perlu tahu tapi kalau soal harga-harga, itu soal perut, semua lapisan masyarakat akan semuanya turun ke jalan berdemo.

  2. Kalo nyang eni pegimane ? Tolong Jelasin Donk …

    BUKTI KEKAFIRAN AHMADIYAH

    1. Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad (MGA) Al-Kadzdzaab sebagai Nabi dan Rasul, serta sebagai Imam Mahdi dan Al-Masiihul Al-Mau’uud.

    2. Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad (MGA) Al-Kadzdzaab mendapat wahyu dari Allah, yang semua wahyu tersebut dihimpun dalam Kumpulan Wahyu Suci yang disebut Kitab Suci Tadzkirah.

    3. Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad (MGA) Al-Kadzdzab telah menyatu dgn Allah, dan menjadi anak Allah, bahkan telah menjadi Allah.

    4. Kitab Tadzkirah setebal 840 halaman berisikan antara lain :

    a. Hal 1 Brs 1 : Tadzkirah adl wahyu yg suci.

    (Hal 43 Brs 8 bhw Allah berfirman kpd MGA & Hal 278 Brs 16 & Hal 369 Brs 8 & Hal 376 Brs 13 & Hal 637 Brs 15 bhw Tadzkirah diturunkan Allah di Qadiyan). Nama Tadzkirah di Hal 284 Brs 13-14.

    b. Hal 15 Brs 20 : MGA sama dgn ketauhidan & keesaan Allah.

    (Hal 196 Brs 4-6 & Hal 223 Brs 9 & Hal 246 Brs 5 & Hal 368 Brs 4 & Hal 276 Brs 14 & Hal 381 Brs 2 & Hal 395 Brs 1 & Hal 496 Brs 4 & Hal 579 Brs 5-6 & Hal 636 Brs 9).

    c. Hal 51 Brs 4 : Nama MGA sempurna, sdg nama Allah tidak sempurna.

    (Hal 245 Brs 4 & Hal 277 Brs 11 & Hal 366 Brs 6).

    d. Hal 63 Brs 2 : Yg mendustai Ahmadiyah adalah Manusia Kotor & Babi.

    e. Hal 153 Brs 21 : MGA adl Syahid, Mubasysyir & Nadziir, segala sesuatu ada di kedua kakinya.

    f. Hal 192 Brs 8 : MGA mengaku sbg Al-Masih Ibnu Maryam.

    (Hal 219 Brs 12 & Hal 222 Brs 5 & Hal 223 Brs 11-12 & Hal 243 Brs 12 & Hal 280 Brs 8 & Hal 378 Brs 8 & Hal 380 Brs 8-13 & Hal 387 & Brs 8-11 & Hal 401 Brs 5-6 & Hal 496 Brs 5 & Hal 579 Brs 10-11 & Hal 622 Brs 17 & Hal 637 Brs 21 & Hal 639 Brs 9)

    g. Hal 192 Brs 13 : MGA makhluk terbaik di alam semesta.

    (Hal 368 Brs 8-9 & Hal 373 Brs 8-9 & Hal 496 Brs 3 & Hal 579 Brs 6-7).

    h. Hal 195 Brs 15 : MGA menyatu dgn Allah dan dia menjadi Allah.

    (Hal 696 Brs 14 & Hal 700 Brs 2).

    i. Hal 197 Brs 9-21 : MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg Pencipta Langit & Bumi.

    j. Hal 373 Brs 7-8 : MGA Al-Kadzdzaab bebas berbuat apa saja sesuka hatinya krn sdh diampuni Allah.

    k. Hal 412 Brs 2 : MGA Al-Kadzdzaab sama dgn anak Allah. (Hal 436 Brs 2-3 & Hal 636 Brs 13 : bhw MGA Al-Kadzdzaab juga sama dgn ’Arsy Allah)

    l. Hal 493 Brs 14 : MGA Al-Kadzdzaab adl Rasul. (Hal 385 Brs 10 & Hal 651 Brs 13)

    m. Hal 651 Brs 3 : MGA Al-Kadzdzaab adl Nabi yg belum dikenal Allah.

    n. Hal 668 Brs 12 : MGA Al-Kadzdzaab sama spt Al-Qur’an dan akan mendapatkan Al-Furqan.

    o. Hal 748 Brs 4-10 : Selain pengikut MGA Al-Kadzdzaab adl kafir yg boleh diculik & dibunuh dg cara sadis kapan saja & dimana saja.

    p. Hal 749 Brs 1-3 : MGA Al-Kadzdzaab adl Imam yang diberkahi, dan Laknat Allah atas yang mengingkarinya.

    5. Kitab Ruhani Khazain sebanyak 23 jilid yang merupakan kumpulan karangan Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab berisikan antara lain :

    a. Juz 3 Hal 21 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menyatakan kesediaan berkorban nyawa & darah bagi Penjajah Inggris.

    b. Juz 3 Hal 166 : MGA Al-Kadzdzaab mewajibkan berterima-kasih kpd penjajah Inggris yg diakui sbg pemerintah yg diberkahi.

    c. Juz 8 Hal 36 : MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg Pelayan Setia Penjajah Inggris. (Juz 15 Hal 155 & 156).

    d. Juz 10 Hal 296 : MGA Al-Kadzdzaab menyatakan bhw Nabi Isa as seorang pecandu arak / pemabuk.

    e. Juz 11 Hal 289 : MGA Al-Kadzdzaab menyatakan bhw Nabi Isa as biasa berbuat keji, lancang lidah & berdusta.

    f. Juz 11 Hal 290 : MGA Al-Kadzdzaab menyatakan bhw Nabi Isa as tidak memiliki Mu’jizat.

    g. Juz 11 Hal 291 : MGA Al-Kadzdzaab menyatakan bhw Nabi Isa as lahir dari keturunan penzina.

    h. Juz 16 Hal 26 : MGA Al-Kadzdzaab menghapuskan Hukum Jihad. (Juz 17 Hal 443).

    i. Juz 17 Hal 435 : MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg Pembawa Syariat.

    j. Juz 18 Hal 207 : MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg jelmaan Nabi Muhammad SAW dan sbg Rasul.

    k. Juz 19 Hal 50 : MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg jelmaan Maryam as, lalu jelmaan Nabi Isa as. (Juz 22 Hal 351)

    l. Juz 22 Hal 154 : MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg Nabi.

    6. Ayat Cinta Ditolak :

    Ketika MGA Al-Kadzdzaab berusia hampir 60 thn, ia jatuh cinta kpd seorang wanita muslimah masih familinya yg bernama Muhammadi Begum. Beberapa kali MGA Al-Kadzdzaab melamarnya tp ditolak, bahkan akhirnya wanita tsb menikah dg pria lain. MGA Al-Kadzdzaab pun marah dan mengatakan bhw Allah berfirman akan menjadikan wanita tsb sbg janda & akan membinasakan ayah dan suaminya dlm waktu 3 th terhitung sejak hari nikahnya, serta akan mengembalikan si wanita tsb kpdnya (Lihat : Tadzkirah Hal 166 Brs 4-6 & Hal 226 Brs 4).Ternyata akhirnya, setelah 3 th si wanita tdk menjadi janda & suaminya masih tetap hidup, bahkan MGA Al-Kadzdzaab yg mati lebih dahulu,.

    7. Kalah di Munazharah & Binasa di Mubahalah :

    MGA Al-Kadzdzaab telah dikalahkan & dipermalukan oleh para Ulama India dlm berbagai Munazharah (Perdebatan), mereka a.l : Maulavi Muhammad Husein, Maulavi Muhammad Ali, Maulavi Mahmud Basyir, Maulavi Abdul Hakim, dan Sayyid ‘Atha-allah Al-Bukhari.

    MGA Al-Kadzdzaab juga menantang Mubahalah (Saling Sumpah Dilaknat) para Ulama India, di antaranya Maulavi Nazhir Husein (Maulana Husein), namun tantangan Mubahalah itu hanya disampaikan scr lisan, shg tdk terdokumentasikan.

    Baru pada tgl. 15 April 1907 M, MGA Al-Kadzdzaab mengeluarkan Surat Mubahalah thd Asy-Syeikh Abul Wafa’ Tsana-allah Al-Amrtasri rhm yg isinya bhw si pendusta akan dilaknat oleh Allah dan akan terkena kolera serta akan mati dlm keadaan hina di masa hidup si jujur. Ternyata akhirnya, tepat 13 bulan 11 hari, pada tgl. 26 Mei 1908 M, MGA Al-Kadzdzaab mati di dlm WC krn kolera dlm keadaan berlumuran kotoran, ia mati dilaknat dlm keadaan hina. Sedang si jujur Syeikh Tsana-allah rhm masih tetap hidup hingga 40 th setelah kematian si pendusta MGA Al-Kadzdzaab.

    MENJAWAB SEJUMLAH PERSOALAN

    1. Bukankah Ahmadiyah sama dengan Islam, karena Syahadat, Al-Qur’an, Rukun Iman & Rukun Islamnya sama dengan dengan umat Islam yang lain ?

    Jawab : Adanya persamaan antara Ahmadiyah dan Islam tidak berarti Ahmadiyah sama dengan Islam, sebagaimana adanya persamaan monyet dan manusia tidak berarti monyet sama dengan manusia. Ahmadiyah berbeda dengan Islam dalam pokok-pokok ajaran Islam yang sangat prinsip dan mendasar, sebagaimana termaktub dalam Bukti Kekafiran Ahmadiyah tersebut di atas.

    2. Kenapa umat Islam tidak boleh bertoleransi kepada penganut Ahmadiyah, tapi bisa bertoleransi kepada penganut Kristen, Budha & Hindu ? Bukankah Islam sangat menghargai ”Kebebasan Beragama” ?

    Jawab : Islam sangat menghargai Kebebasan Beragama, tapi Islam tidak pernah mentolerir Penodaan Agama. Islam mengharamkan pemaksaan umat agama lain untuk masuk ke dalam agama Islam, bahkan mengharamkan segala bentuk penghinaan & gangguan terhadap umat agama lain.

    Kristen , Budha dan Hindu memiliki agama dan konsep ajaran sendiri, shg mereka mesti dihargai & dihormati, serta tdk boleh diganggu selama mereka tdk mengganggu Islam. Inilah Kebebasan Beragama.

    Sedang Ahmadiyah mengatasnamakan Islam tapi menyelewengkan ajaran Islam, shg mereka sdh menyerang, mengganggu dan merusak Islam. Itulah PenodaanAgama, karenanya mereka mesti dilawan & dilenyapkan untuk menjaga kemurnian ajaran Islam.

    3. Lalu bagaimana jika Ahmadiyah mendirikan agama sendiri, misalnya dengan nama Ahmadiyah / Qodiyaniyah / Mirzaiyah, dll, apa bisa ditoleransi ?

    Jawab : Selama Ahmadiyah masih tetap menggunakan label, simbol & atribut Islam, juga masih menjiplak konsep Islam, serta masih membajak Al-Qur’an & As-Sunnah dalam ajarannya, maka tetap tidak bisa ditoleransi, karena itu tetap sebagai Penodaan Agama.

    4. Bukankah Ahmadiyah ada dua aliran Qadiyani dan Lahore, yang mana yang sesat ?

    Jawab : Keduanya sama sesatnya, krn sama-sama mengakui MGA Al-Kadzdzaab sbg Imam, guru, mursyid, pembawa berita gembira, dan peringatan serta pengemban mubasysyirat. Padahal, MGA Al-Kadzdzaab sdh terang sesat dan murtadnya karena mengaku sebagai nabi dan rasul, bahkan mengaku telah menyatu dgn Allah.

    5. Siapa pun tidak berhak untuk memvonis KAFIR kpd seseorang / suatu golongan, krn yang berhak untuk memvonis KAFIR atau TIDAK KAFIR hanyalah Allah SWT ?

    Jawab : Memang, Allah SWT lah yang berhak menetapkan seseorang / suatu golongan itu KAFIR atau TIDAK KAFIR. Tapi bgmn cara Allah SWT menetapkannya ? Yaitu dgn cara memberi ketentuan pokok-pokok keimanan & keislaman melalui Al-Qur’an & As-Sunnah. Nah, siapa pun yg melanggar ketentuan tsb, maka sesat & kafirlah mereka. Berdasarkan ketentuan itulah, maka Ulama berhak memfatwakan seseorang / suatu golongan itu KAFIR atau TIDAK KAFIR.

    6. Bukankah pelarangan Ahmadiyah merupakan pelanggaran HAM & Kriminalisasi Keyakinan ? Apalagi jika dilakukan oleh Negara, maka akan menjadi pelanggaran Konstitusi Negara, bahkan Resolusi PBB ?

    Jawab : Justru Ahmadiyah yang telah melanggar Hak Asasi Umat Islam dengan menodai dan menistai ajaran Islam. Dan Ahmadiyahlah yang telah mengkriminalisasikan kemurnian ajaran Islam. Jadi, Ahmadiyahlah pelaku kriminal keyakinan & pelanggar HAM yang sebenarnya.

    Karenanya, Negara berkewajiban untuk menjaga dan melindungi kemurnian ajaran Islam sebagai agama mayoritas warga negara RI, sesuai Amanat Konstitusi. Sebaliknya, pembiaran Ahmadiyah oleh Negara berarti :

    a. Penistaan terhadap kemurnian aqidah Islam.

    b.Pelecehan terhadap Hak Assasi Umat Islam.

    c. Penciptaan konflik agama di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

    d. Memelihara kerusakan dalam tatanan kehidupan beragama di Indonesia.

    e. Pelanggaran terhadap Konstitusi Negara RI yang telah menjamin untuk menjaga agama-agama yang diakui dari segala bentuk penistaan.

    f. Penghancuran Tatanan Rumah Tangga Umat Islam shg terjebak scr formal sistematis dlm perkawinan tidak sah dgn golongan Kafir Ahmadiyah krn di KTP mereka tertulis agama Islam.

    g.Pemberian peluang kpd golongan Kafir Ahmadiyah untuk memperoleh visa Umroh & Haji, krn di KTP mereka tertulis agama Islam, shg scr sistematis pemerintah Indonesia melakukan Penodaan thd Tanah Suci Mekkah & Madinah.

    Tindakan Negara melarang Ahmadiyah tidak bertentangan dengan Resolusi HAM PBB, karena dalam Konvenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, Pasal 18 ayat 3, yang termuat dalam Lembar Fakta HAM PBB ( Fact Sheet – UN Centre for Human Rights ) No.15, dengan tegas dan jelas memberikan Hak kepada Negara untuk melakukan pembatasan hukum yang diperlukan untuk melindungi keselamatan, ketertiban, kesehatan atau moral umum, atau hak asasi dan kebebasan orang lain.

    7. Bukankah Ahmadiyah telah ada di Indonesia sejak Th.1926, bahkan di Th.1953 telah dilegalkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA / 23 / 13 tgl.13 Maret 1953, yang kemudian dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI No.26 tgl.31 Maret 1953, sehingga menjadi bukti legalitas sebagai komunitas umat beragama yang harus diakui. Nah, kenapa baru sekarang dituntut pembubaran Ahmadiyah ?

    Jawab : Tahun 1926 adalah zaman Penjajahan Kolonial Belanda yang punya kepentingan membawa Ahmadiyah ke Indonesia utk menjadi anteknya, sebagaimana Ahmadiyah di India telah memainkan peranan sebagai Antek Penjajah Inggris.

    Sedang Tahun 1953 adalah bagian dari Rezim Orde Lama, pada masa itu jangankan Ahmadiyah yang mengatasnamakan agama, bahkan Komunis pun yang Anti Tuhan dan Anti Agama diizinkan.

    Ada pun di era Orde Baru yg sangat represif thd Gerakan Islam, maka kondisinya : Jangankan utk bubarkan Ahmadiyah, bahkan utk melindungi Gerakan Islam saja sulit. Bahkan di th. 1980-an terjadi penangkapan besar-besaran thd para Ulama & Aktivis Islam.

    Di masa itu juga, majalah Media Da’wah milik DDII (Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia), pernah memuat foto MGA Al-Kadzdzaab dg sorban ular melilit di kepala sbg cover majalah, lalu Media Da’wah dimeja-hijaukan lalu disalahkan & dikalahkan oleh Pengadilan.

    Namun sungguh pun demikian, legalisasi Ahmadiyah di Indonesia terus menerus dikoreksi & dikritisi oleh berbagai pihak, sehingga keluar berbagai putusan yang melarang Ahmadiyah karena dinilai sesat dan menyesatkan, antara lain :

    a. Fatwa MUI dalam Munas II Th. 1980.

    b. Surat Edaran Dirjen Bimas Islam – Departemen Agama RI No. D/BA.01/3099/84 tgl.20 September 1984.

    c. Keputusan Syuriah PB NU Th. 1995.

    d. SK Kejari Subang – Jawa Barat Th. 1976.

    e. SK Kejari Lombok Timur Th. 1983.

    f. SK Kejari Sidenreng, Rapang – Sulawesi Selatan Th. 1986.

    g. SK Kejari Kerinci – Jambi Th. 1989.

    h. SK Kejati Sumatera Utara Th. 1994.

    i. SK Kejati Sulawesi Selatan Th. 1977.

    j. SK Kejari Tarakan – Kalimantan Timur Th. 1989.

    k. SK Kejari Meulaboh – Aceh Barat Th. 1990.

    l. Keputusan Bersama Muspida, DPRD, MUI & Ormas Islam di Kuningan – Jawa Barat Th. 2003.

    m. Rapat Kordinasi Tim Pakem Pusat Kejaksaan Agung 18 Januari 2005.

    n. Keputusan Bersama Muspida, DPRD, MUI, Kepolisian & Ormas Islam di Bogor – Jawa Barat Th. 2005.

    o. Fatwa MUI dalam Munas VII pada bulan Juli tahun 2005.

    p. Rapat Kordinasi MUI – Pemerintah pada bulan Agustus tahun 2005.

    q. Rekomendasi Bakorpakem tgl. 16 April 2008 tentang pelarangan kegiatan Ahmadiyah di Indonesia.

    r. Penyusunan SKB Pelarangan Ahmadiyah oleh Mendagri – Menag – Jaksa Agung.

    Selain itu semua, masih ada UUD 1945 Pasal 29 ayat 2, Perpres No.1 Th 1965 & KUHP Pasal 156a, yang secara eksplisit mau pun implisit telah melarang segala bentuk Penodaan Agama.

    SEKILAS SEJARAH MIRZA GHULAM AHMAD AL-KADZDZAAB

    1839
    MGA Al-Kadzdzaab dilahirkan di Desa Qodiyan – India.

    1857
    Ghulam Murtaza (Murtadha), ayah kandung MGA Al-Kadzdzaab, membantu Inggris membantai Para Pejuang Islam yang melawan penjajah Inggris di India. Banyak warga sipil muslimin jadi korban.

    1877
    MGA Al-Kadzdzaab mulai berda’wah dg pesona utk memikat umat Islam.

    1880
    MGA Al-Kadzdzaab mulai menulis kitab Barahin Ahmadiyah & mengaku sbg Waliyullah yg memiliki keramat.

    1883
    MGA Al-Kadzdzaab scr terbuka memuji Inggris dan berjanji setia kpdnya.

    1884
    MGA Al-Kadzdzaab mulai didukung & dibesarkan penjajah Inggris sbg penghargaan kpdnya yang telah setia membantu Inggris.

    1885
    MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg Mujaddid (Pembaharau).

    1891
    MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg Imam Mahdi.

    1901
    MGA Al-Kadzdzaab mengaku sbg Nabi & Rasul.

    1907
    MGA Al-Kadzdzaab menulis Surat Mubahalah dgn Syeikh Abul Wafa Tsanaa-allah Al-Amr Tasri, bhw Si Pendusta akan dillaknat Allah SWT, terkena kolera dan mati dlm keadaan hina.

    1908
    MGA Al-Kadzdzaab mati di dlm WC krn kolera dlm keadaan berlumuran kotoran, ia mati dilaknat dlm keadaan hina

    • Wah panjang sekali tanggapannya ^_^ Terima kasih sebelumnya atas tanggapan nan panjang ini. Saya pun jadi menambah ilmu.

      Saya belum bisa menanggapi seluruhnya karena Tadhkirah pun baru saja saya unduh dari website resmi Ahmadiyah Internasional di http://www.alislam.org. Jadi saya akan mempelajari dulu dalil2 yg Anda kemukakan :)

      Tapi satu saja tanggapan singkat saya sebagai pembuka. Agama Islam adalah kepunyaan Allah Ta’ala. Kalaupun agama ini ternoda dengan keberadaan kami, apa iya Allah membiarkan? Apa iya Allah yg begitu berkuasa atas segala sesuatu membiarkan agama-Nya dirusak, diinjak-injak, dinodai, atau apapun lah Anda menamakannya? Dan, sesuai dengan sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya yakin Dia tidak akan membiarkan umat-Nya tersesat, apalagi oleh siapapun yg dengan berani mengklaim dirinya Nabi dan Rasul yg tidak pernah diutus-Nya. Tidak pernah ada dalam sejarah seorang Nabi atau Rasul palsu bisa bertahan lama dan menyesatkan sekian juta umat-Nya.

      Mengenai ayat cinta serta kematian Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yg kata Anda hina, saya sudah sering sekali membaca dan mendengar berita-berita tidak benar dan tidak pantas semacam ini dari mereka yg memusuhi Ahmadiyah. Tapi tak apalah. Insya Allah saya akan menyusun jawaban satu demi satu. Tapi tentu ini butuh waktu. Saya rasa kalau Anda memang adalah pencari kebenaran, bisa menunggu dengan sabar. ^_^

      Sekali lagi Jazakumullah ahsanal jaza :)

  3. Istri saya pernah sholat di Mesjid ahmadiyah deket terminal merdeka. Pada saat sholat diawasi oleh orang ahmadiyah sampai selesai sholat. Pas mau pergi dari Mesjid tersebut, lantai yang menjadi tempat sholat dan semua yang diinjaknya buru – buru di pel atau dibersihkan oleh orang ahmadiyah dan Mesjid buru – buru dikunci.

    Sewaktu kami (karena ramai dan bertiga yang ke mess) kuliah di Bogor, kampus kami ada pertandingan persahabatan dengan kampus mubarok ahmadiyah di Parung. Sebelum bertanding, kami diajak mampir di mess mahasiswa ahmadiyah dan kami disuguhi minuman fanta, sprit. Pada saat kami mau minum, kami minta pipet, mahasiswa – mahasiswa ahmadiyah bilang tradisi disini kalau minum botolan harus tenggak langsung. Akhirnya kami tenggak karena menghormati untuk minum.

    Setelah itu, kami diajak masuk ke perpustakaan ahmadiyah yang dilantai bawah (diatasnya masjid). Pada saat kami masuk didalam ruangan itu terdapat bendera seluruh dunia ada yang menandakan ahmadiyah ada di negara tersebut. Ada photo Gusdur, Hofifah Indarpaarawansa dan photo pendiri ahmadiyah. Yang membuat kami heran, kenapa didalam perpustakaan tersebut ada gambar yesus dan kain kafan yesus (Katanya asli, karena kami dibimbing oleh mahasiswa ahmadiyah). kami bertanya, kenapa ada gambar/photo tersebut? Bukanya dilingkungan masjid tidak boleh? Mereka menjawab, boleh. Apa tujuannya? Tujuannya untuk mempelajari kelemahan Nasrani agar mampu meng-Islamkan mereka (nasrani). Kami cuma diam dan oh….dalam hati.
    Demikian.

    • Terminal Merdeka itu dimana ya? Bisa kirimkan alamat yg jelas? Akan kami konfirmasi apakah mesjid tersebut memang mesjid yg didirikan warga Ahmadiyah atau bukan.

      Saya tidak mengerti kenapa memasang foto2 tersebut di lingkungan mesjid tidak boleh. Kalau di mesjid-nya sendiri kami memang tidak memasang foto apapun. Tapi di lingkungan mesjid, kami rasa tidak masalah. Bisa kasih dalilnya kenapa tidak boleh memasang foto2 demikian? Terima kasih :)

  4. Ini adalah dalam kaitannya dengan kasus-kasus kekerasan terakhir seperti di Cikeusik, Temanngung dan Pasuruan. Cara melihatnya gampang. Kita juga bisa melihat berdasarkan urutan waktu. Pertama, ada pernyataan Tokoh Lintas Agama, dimotori Syafii Maarif, yang prihatin nasib bangsa. Pernyataan itu dipandang pemerintah/intelijen, bisa membahayakan stabilitas rejim ketika jutaan orang disini kian sulit akibat pemerintah yang tidak menciptakan roadmap dan pelaksanaan ekonomi yang jelas. Bila TLA ditindaklanjuti gerakan mahasiswa dan massa anti pemerintah saat ini, itu bisa memicu sebuah gerakan masif, berupa demo-demo dimana-mana, juga di depan DPR dan Istana. Kedua, tak lama kemudian, Tunisia dan Mesir meletus demo-demo besar, juga karena rakyat itu kian sulit akibat Ben Ali dan Mubarak yang kian sengsarakan rakyat mereka: Harga-harga terus naik. Rejim-rejim itu berjatuhan, melalui gerakan revolusi yang terpicu tak adanya daya-beli dan kelaparan. Di Indonesia, meski bukan diktator dan baru berkuasa 6 tahun berjalan, namun ketakutan seperti itu sudah dibacad. Perlu pengalihan isu yang efektif dan bertahan lama. Isu itu adalah isu SARA, meskipun ini terbukti tidak efektif untuk masa sekarang, ketika sebagian rakyat berpendidikan mengerti permainan dan taktik lama ini. Dulu di masa Suharto, cara pengalihan isu seperti itu efektif tapi lama-lama malahan membuat dia terguling. Sebetulnya taktik lama tidak perlu, sebab masih banyak penduduk ini yang bodoh-bodoh dan masih terpengaruh oleh hal-hal tahayul. Jadi mudah, buat saja “Selametan Minta Berkah” seperti yang kini dibuat bupati di Jawa Timur di bulan Maulud ini. Maka rakyat banyak berdatangan mandi air disana mereka berharap berkah. Gampang, Tidak perlu membunuh sesama manusia sebangsa lagi. Kesimpulannya juga, kalau kekerasan dibiarkan oleh pemerintah, maka semakin jelas bahwa itu semua upaya untuk mengalihkan usu dan bahkan pemerintah telah melakukan State Terrorism (terorisme oleh negara/pemerintah) terhadap rakyatnya, melalui preman-preman atas nama SARA.

  5. tidak heran kalau Gus Dur membela Ahmadiyah mati2an,lihat saja dia spt kebakaran jenggot ketika FPI bentrok dgn AKKBB(pembela ajaran2 kafir) . dalam tindak tanduknya gus dur ini lebih utama membela musuh Islam termasuk ajaran2 yg menyimpang atau yg menodai agama Islam . syukurlah di sudah mati,jadi sudah berkurang pembela ajaran sesat . .Allah swt sdh menegaskan dlm Al-Qur”an bahwa Nabi Muhammad ada lah “khataman nabiyin”artinya tdk ada lagi nabi sesudahnya pada wkt Khalifah Abu Bakar,beliau menumpas habis Musailamah alkaddzab dan pengikutnya karena mengaku nabi. jadi apa hak anda mengaku Islam sedangkan kalian mengaku pula jd pengikut MGA si pembohong? apa kalian si MGA itu org suci,seperti halnya org Kristen me-muja2 Paulus yg menyelewengkan ajaran Nabi Isa a.s.? SADARLAH dari kesesatan.

    • :)

      Yakin bahwa penafsiran Anda adalah yg paling benar? Yakin Anda sudah membaca lebih banyak referensi sehingga yakin bahwa Musailamah diperangi hanya karena dia mengaku nabi?

      Sebaiknya Anda baca lebih banyak referensi lagi. Sebelum Anda menghakimi, coba Anda mengenali kami. Atau, kalau Anda enggan melakukan semua itu, bertanyalah kepada Allah Ta’ala apakah benar Ahmadiyah itu sesat. Berdoalah, istikarah, atau tahajud. Lakukan apapun yg Anda bisa.

      Tapi yg pasti, kalau Anda memang pencari kebenaran, kami selalu siap membuka ruang diskusi. Tapi kalau Anda sudah punya penilaian sendiri, ya saya jg tak punya kuasa membuka mata hati Anda. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s