Belajar dan Belajar..

Saya bisa dibilang mudah banget merasa suka dan tidak suka sama seseorang. Entah kenapa.. Dari awal kenalan saja, saya mudah sekali melihat bahwa orang tersebut bakal saya suka atau tidak. Yg paling sering saya rasakan adalah: saya mudah sekali menilai kalau seseorang yg saya baru kenal itu bukanlah termasuk dalam golongan yg saya sukai.

Kadang saya merasa bersalah karena salah satu sifat saya ini. Karena kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari awal pertemuan kan? Tapi itu sering sekali terjadi pada diri saya tanpa saya sadari.

Seperti baru2 ini. Saya kenalan dengan seseorang. Saya hanya tahu dia dari dunia maya saja. Dan saya hanya tahu namanya saja tanpa saya tahu sosoknya walau itu dari foto.

Saya mulai merasa tidak suka ketika dia mulai berbicara. Dia lebih muda daripada saya, namun cara bicaranya seolah2 dia merasa lebih pintar dari saya. Ngga papa sih kalau memang apa yg dia utarakan merupakan hal yg baru bagi saya. Tapi terus terang saja, setiap komentar yg dia utarakan bukanlah hal yg baru bagi saya. Bukan sesuatu yg bisa membuat pengetahuan saya bertambah luas, pemikiran saya menjadi lebih terbuka, apalagi membuat saya terinspirasi. Sama sekali tidak.

Tapi dari cara bicaranya, dia seolah-olah menganggap bahwa dia ‘lebih cerdas’ daripada yg lain. Mungkin ini karena saya merasa sensitif yah.. Tapi ya itulah yg saya rasakan.

Hanya karena saya senang bercanda, senang mengobrolkan hal2 yg ringan karena memang momennya santai, bukan berarti saya tidak bisa diajak diskusi dan berbagi pengalaman. Bagi saya, sadar waktu, tempat, dan dengan siapa kita berbicara, itu adalah cerdas yg sebenarnya.

Memang saya tidak bisa menilai bahwa dia seperti yg saya pikirkan saat ini. Tapi dengan hanya melihat gaya bicaranya, bahasa tubuhnya ketika sedang berdiskusi, saya bisa menilai bahwa orang ini tidak bisa dijadikan teman yg menyenangkan. Karena kemungkinan besar dia melihat semua masalah dari sisi yg serius.

Banyak hal di dunia ini yg tidak sesuai dengan apa yg kita harapkan dan bayangkan. Kalau kita terlalu idealis dan tidak bisa menerima kenyataan itu, yg kita dapatkan hanyalah kekecewaan yg justru ngga berguna sama sekali buat kita.

Berdasarkan pengalaman2 itulah, saya mulai belajar untuk ngga menyesali apapun yg udah terjadi. Ketika saya memutuskan sesuatu, saya menyiapkan diri juga untuk hal yg paling buruk. Dan ketika keburukan itu terjadi, saya memilih untuk tidak menyesal. Daripada menyesal, saya memilih untuk mencari hikmahnya, mencari pelajaran di baliknya. Dan saya percaya, di balik semua kejadian, seburuk-buruknya, pasti ada pelajaran berharga. Apapun itu.

Dan yg saya sadari, itu menambah kedewasaan saya dalam melihat sebuah masalah atau peristiwa. Dan juga, saya lebih bisa menikmati hidup.

Saya masih berusaha keras untuk mengurangi sifat saya yg mudah sekali merasa tidak suka pada seseorang yg baru dikenal. Tapi kadang waktu mendukung perasaan saya. Ternyata orang yg tidak saya suka dari awal itu memang bukan termasuk orang2 yg bisa dikatakan baik dan menyenangkan buat orang lain. Jadi kadang saya merasa tidak terlalu merasa bersalah juga. Toh nyatanya memang orang itu menyebalkan. Memang kadang ada yg tidak sesuai. Tapi yg terjadi malah lebih banyakan benernya.

Saya juga bingung bagaimana harus menyikapi sifat jelek saya ini. Keuntungan dari memiliki sifat ini adalah: karena saya tidak suka dari awal, otomatis saya akan menjaga jarak. Saya tetap akan berusaha biasa saja. Tapi saya memilih untuk tidak terlibat hubungan yg lebih jauh dengan orang tersebut. Kalau penilaian saya salah, ya saya akan tetap baik sama dia. Tapi kalau dia terbukti memang tidak baik, maka saya tidak terlalu kecewa juga karena sebelumnya saya tidak terlalu dekat dengan dia. So, perasaan saya akan aman. ^_^

Kerugian dari memiliki sifat ini adalah: hubungan sosial bisa jadi terganggu. Saya termasuk orang yg sulit untuk beramah2 dengan orang yg saya sangat tidak suka. Ketika saya berpapasan atau terpaksa mengobrol dengan orang itu, saya memilih untuk diam. Dan itu bisa mengganggu hubungan sosial saya. Saya bisa dicap sombong atau pilih2 teman.

Sebenarnya saya tidak begitu peduli pendapat orang akan diri saya. Yg lebih saya pedulikan adalah pendapat orang2 dekat saya dan pastinya Allah Ta’ala. Karena mereka lebih tahu pribadi saya. Namun saya sadar, sifat saya ini bisa menyakiti hati orang lain.

Sayangnya saya masih belum mampu untuk benar2 melepaskan sifat saya yg satu ini. Namun ada kemajuan yg bisa saya rasakan. Saya tidak terlalu menjauhi orang yg saya tidak suka kalau orang tersebut berusaha bersikap baik pada saya. Itu saja sudah kemajuan buat saya.

Tapi kalau orang itu tetap tidak bersikap baik pada saya, ya tentu saja saya tidak akan mendekatinya. hehehe.. Walaupun kalau dipikir-pikir lagi, sama sekali ngga ada ruginya saya beramah-ramah sama orang tersebut. Kalaupun orang itu tidak menghargai sikap baik kita, ya ngga usah dipikirin kan?! Tapi saya belum bisa sampai ke tahap itu.

Well, saya mau belajar sampai ke tahap itu. Dan mudah2an saya bisa.. Insya Allah.. ^_^

2 thoughts on “Belajar dan Belajar..

  1. lisa, gw comment lagi nih.
    heu ju2r yah lisa. kamu itu sudah jaul berubah (ke arah yang lebih baik) loh dibanding dulu.
    beneran deh, jauh banget berubah.
    hasil dari belajarmu itu sangat jelas terlihat, bagi yang tau dan kenal kamu dr dulu.
    dan teruskan yuu.. kita sama2 belakar menjadi lebih baik. sebagai teman, sebagai pelaku kejar mengejar (halah diperhalus ceritana), dan sebagai kembaran hahahaha xp piss youw!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s