Poligami, Ada Larangan Tersirat untuk Melakukannya

Waktu lagi jalan sama A’Paris dua hari yg lalu, tiba2 dia ngomongin masalah poligami. Menurut Kak Satar, kakaknya A’Paris yg juga mubaligh, sebenarnya ada larangan tersirat dalam Alquran untuk berpoligami. Saya juga jadi teringat sama kata2 salah satu dosen favorit saya di semester2 awal kuliah. ^_^

Dalam Surat Annisa: 4 dikatakan:

“Dan, jika kamu khawatir bahwa kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap anak2 yatim, maka kawinilah perempuan2 lainnya yg kamu sukai; satu, dua, atau tiga, atau empat; akan tetapi jika kamu khawatir kamu tak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang perempuan saja, atau kawinilah yg dimiliki tangan kananmu. Cara demikian itu lebih dekat untuk kamu supaya tidak berbuat aniaya.”

Tapi di ayat 130 dikatakan juga:

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri2, betapa pun kamu menginginkannya. Maka, janganlah kamu mencondongkan seluruh kecondongan kepada seseorang sehingga kamu meninggalkan yg lain sebagai barang yg terkatung-katung. Dan, jika kamu saling memperbaiki diri dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Jadi, sebenarnya ada larangan tersirat untuk melakukan poligami. Karena kalau para lelaki ini ngga bisa berbuat adil, maka yg ada bisa jadi hanyalah aniaya terhadap istri2-nya. Dan itu adalah dosa.

Tapi, adil dalam segala hal adalah mustahil karena perasaan cinta adalah urusan hati yg ngga bisa dicampuri. Adil dalam bentuk lain tentu saja masih bisa, tapi hanya berhubungan dengan perbuatan2 yg dapat dikendalikan oleh individu. Sejauh mana pengendalian seseorang, hanya Allah dan orang tersebut yg tahu.

Poligami memang dibolehkan dalam Islam. Tapi tujuan utama poligami adalah untuk melindungi akhlak anak yatim, bukan melegalkan nafsu lelaki..!! Dan sekali lagi poligami ada bukan untuk merendahkan martabat wanita/istri, tetapi justru untuk menjaganya.

So, kalau seorang lelaki mau berpoligami, harus tahu sejauh mana poligami ini dibutuhkan, sejauh mana pengendalian dirinya terhadap perbuatan2 yg bisa dikatakan adil, dan harus siap dengan resiko dosa yg harus ditanggung kalau ternyata dia salah perkiraan dan menjadikan poligami hanyalah aniaya bagi istri2-nya..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s