Pacaran..???

Sebenarnya apa makna pacaran ya?? Konsep pacaran itu seperti apa?? Apakah pacaran itu proses mengenal pasangan?? Bukankah biasanya orang akan menampilkan pribadi yg sebaik-baiknya ketika masih dalam masa pacaran?? Karenanya kita (atau cuma saya?) sering mendengar dialog seperti ini:

A: Kamu kok beda sih sekarang?? Beda dengan waktu kita masih pacaran dulu??

B: Ya lain lah. Itu kan dulu, waktu kita masih pacaran. Sekarang kita kan udah menikah.

Saya lihat sebuah diskusi yg membahas masalah pacaran. Menurut beberapa orang, konsep pacaran adalah masa untuk lebih mengenal karakter pasangan lebih dalam. Tapi menurut ibunya temen saya, Amma, yg namanya mengenal karakter pasangan kita luar dalam, baru bisa dilakukan ya setelah menikah. Pacaran bertahun-tahun tidak akan membuat kita kenal pribadi pasangan kita luar dalam.

Kita baru bisa mengenal kebiasaan2 pasangan kita, emosi pasangan kita, pola pikir pasangan kita, sedalam-dalamnya, sebenar-benarnya hanya kalau kita hidup satu rumah dengan pasangan kita. Masa kita harus kumpul kebo dulu baru bisa kenal pasangan kita dan akhirnya memutuskan bisa menerima dia apa adanya atau ngga…??? hehehe..

Tapi di satu sisi, saya juga bingung sama status yg saya jalani. Saya dan pria hati saya sama2 sudah serius satu sama lain. Yah, dalam hubungan kami ngga ada istilah pedekate sebenarnya. Kita cuma ngobrol dan diskusi mengenai beberapa hal. Kemudian dia merasa kami punya visi dan misi yg sama dalam banyak hal, lalu dia jadi sayang sama saya dan saya menerima saja perasaan itu. Lalu seiring waktu, dan masih dalam jarak yg masih dekat, dia mengungkapkan keseriusan dan keinginan berumahtangga dengan saya. Tapi kami ngga bisa mewujudkan pernikahan itu dalam jangka waktu bulan atau setahun ini. Pendidikan yg masih dijalani adalah alasan utama.

Apa proses yg kami jalani saat ini dinamakan pacaran?? Karena terus terang saya menjalani hubungan ini bukan karena ingin mengenal dia lebih dalam. Tapi memang jarak, waktu, situasi dan kondisi yg memaksa kami untuk harus memprioritaskan pendidikan lebih dulu daripada keinginan untuk menikah. Tentunya juga terus berdoa pastinya.

Dulu saya sempat bilang ke Agan kalau saya baru mau dikatakan pacaran atau berkomitmen dengan seseorang kalau saya sudah yakin dan mantap ingin menikah dengan orang tersebut. Dan A’Paris juga pernah bilang ke saya kalau bagi dia yg namanya pacaran, bukan lagi masa mengenal bagi dua individu, tetapi dua keluarga. Dan itu sangat tertanam di ingatan saya. Makanya ketika pria hati saya datang, saya berusaha mengenalkannya pada keluarga dan teman-teman saya. Jadi hubungan kami tidak hanya antara saya dan dia, tapi juga antara kami dengan keluarga dan teman-teman saya.

Tapi kayaknya saat ini saya harus bersedia dikatakan sedang dalam masa pacaran, walau niat saya pacaran dengan dia bukan karena ingin mengenal karakter dia lebih dalam. Yah, saya hanya menyediakan waktu untuk membuktikan apakah kami ditakdirkan untuk satu sama lain atau tidak. Bukan lewat proses pengenalan karakter masing2, tetapi lewat doa yg terus dipanjatkan.. heuheuheu.. ^_^

4 thoughts on “Pacaran..???

  1. cicieee adeuuuh.
    eh tp mw nanya ih.. boleh laaah. hahaha
    kenapa waktu yg disediakan untuk membuktikan kalian ditakdirkan satu sama lain atau tidak itu dikatakan ‘pacaran’?

  2. owh.. revisi komen nih Gan.. hehehe..

    kenapa harus dinamakan pacaran kalo dikatakan menyediakan waktu untuk pembuktian apakah aku dan dia memang ditakdirkan untuk satu sama lain.. ya karena aku ngga pengen ada orang lain yg datang di antara kami dan bisa bikin kami bingung..

    kalo pacaran, artinya ada komitmen.. komitmen ini menandakan bahwa aku dan dia sedang berkonsentrasi untuk menjalankan hubungan ini antar-kami dan orang2 terdekat kami ajah..

    soalnya kalo misalnya ngga ada komitmen, nanti ketika ada orang lain yg hadir di antara aku dan dia, walau hati kami terikat, tapi tetep ajah bisa bikin bingung..

    Jadi, aku memilih untuk berkomitmen dan cuek dibilang pacaran.. hehehe..

  3. kalau menurut aku, mengenal dan memahami pasangan bahkan orang lain itu tidak ada batasnya… batasnya adalah kematian…

    kita tidak akan pernah mengenal pasangan kita 100%…

    kita belajar memahami pasangan itu sampai ajal memisahkan sepasang suami istri tersebut…

  4. Yup. Bener banget Mar. Proses mengenal itu adalah proses belajar seumur hidup.. Karena setiap orang pasti akan berubah.. Ngga pernah ada yg stay the same..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s