Kelumpuhan Bukanlah Akhir

the-brooke-ellison-story

Semalam saya nonton film yg sangat bagus. Sayangnya saya lupa judulnya, nama2 pemerannya, bahkan saya cuma nonton setengah cerita film ini. Yah emang ngga terlalu niat nonton sebenarnya. Cuma pengen bikin kesunyian mengabur saja dengan menyalakan televisi. hehehe.. (Tapi akhirnya saya tahu kalau judul film ini adalah The Brooke Ellison Story. ^_^)

Tapi ketika saya nonton, film ini bagus bangeeeeeeeeet. Ceritanya tentang seorang cewek (seperti yg sudah saya sebutkan kalau saya lupa namanya. hehehe) yg tiba2 mengalami kelumpuhan total. Dia ngga bisa menggerakkan seluruh tubuhnya kecuali mata, dan mulut. Padahal awalnya dia adalah gadis yg memiliki kehidupan yg sempurna: cantik, pintar dan memiliki keluarga yg solid dan harmonis.

Keluarga pun mengalami kebingungan hebat bagaimana harus menyikapi perubahan salah satu anak perempuan dalam keluarga mereka. Namun akhirnya mereka bisa bertahan dan mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Si gadis pun meminta ibunya untuk melanjutkan sekolah yg sempat terhenti karena kecelakaan. Awalnya kepala sekolah tak bisa menerima. Tapi sang ibu berhasil meyakinkan sang kepala sekolah bahwa anaknya tidak akan memperlambat proses belajar. Dan dia membuktikannya. Si gadis menjadi murid terpintar di kelas dan bahkan di sekolahnya. Dia juga mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studinya ke Harvard University. Walaupun ibunya harus terus berada di sampingnya untuk merawat dan membantunya melakukan semua hal.

Di Harvard, selain mendapatkan banyak teman, si gadis juga bertemu dengan pemuda yg mengaguminya. Seorang mahasiswa seniornya yg akan lulus sebentar lagi. Kakak seniornya ini mengundang si gadis untuk datang ke pesta perpisahannya. Dengan keterbatasan si gadis, si kakak senior ini tak merasa canggung untuk mengajaknya berdansa. Bahkan dia juga menciumnya. Dan besoknya mereka pun berpisah karena si kakak senior yg charming itu harus pergi memulai karirnya.

Waktu terus berlalu dengan kabar yg sangat jarang datang dari sang kakak senior. Ketika di malam sebelum si gadis mempresentasikan thesis-nya, dia justru mendapat kabar yg sangat memukul perasaannya. Sang kakak senior yg dia yakin mencintainya, ternyata sudah bertunangan. Si gadis merasa terpukul dan keyakinannya sempat runtuh. Tapi kata2 sang ibu membangkitkan semangat dan keyakinannya kembali. Ibunya berkata,”Kau yg memilih. Ingin memberikan sesuatu atau terus menjadi cacat (tanpa guna).”

Akhirnya semangat dan keyakinannya membuahkan hasil. Si gadis mendapatkan summa cum laude untuk proyek akhirnya tersebut.

Film ini tuh bener2 memberikan kesan yg mendalam bagi saya. Begitu banyak orang yg berpikir bahwa kelumpuhan total adalah akhir dari kehidupannya. Tapi film ini membuktikan bahwa itu tidak benar. Kelumpuhan tak menghalangi seseorang untuk tetap semangat menjalankan hidupnya dan ikut berpartisipasi dalam memberikan manfaat bagi kehidupan itu sendiri.

Saya memang lupa judul film ini dan nama2 pemeran film ini. Tapi pesan film ini tidak akan pernah saya lupa untuk selalu membangkitkan semangat dan keyakinan saya di kala saya membutuhkannya. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s