Menghindari Perasaan Iba

Kadang saya berpikir bahwa saya tak punya hati. Kalau saya bepergian, entah jalan kaki atau dengan kendaraan, saya seringkali tak mau melirik ke arah anak2 jalanan. Saya menjadi manusia yg sangat dingin.

Saya bersikap seperti itu karena saya menghindari perasaan iba pada mereka. Karena hati dan pikiran saya akan sangat terganggu sesudah melihat mereka. Saya akan terus memikirkan bagaimana mereka bisa terperangkap ke dalam hidup yg keras dan sangat tak layak seperti itu, bagaimana mereka bisa makan, dimana orangtua mereka, orangtua macam apa yg membiarkan mereka bekerja di usia sedemikian kecil. Pikiran2 itu seringkali menghantui saya kalau mata saya sudah tertuju pada mereka. Dan pikiran itu terus berputar-putar di otak saya. Malah kadang sampai membuat saya tidak bisa tidur. Lama2 saya menjadi agak jenuh dengan pikiran2 semacam ini yg sayangnya ngga bisa saya hindari.

Akhirnya saya pun mencoba untuk tidak mempedulikan setiap anak jalanan yg mendekati saya. Sebisa mungkin saya menghindari kontak mata dengan mereka.

Saya tahu saya sudah berbuat kejam. Saya mungkin sudah berbuat dosa dengan memperlakukan mereka seperti itu. Saya tidak akan membela diri dalam hal ini. Dan terus terang saya pun masih bingung harus bagaimana menentukan sikap.

Tapi Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan setiap makhluk-Nya. Paling tidak itu sedikit mengurangi perasaan bersalah pada diri saya setiap saat saya berusaha memalingkan muka dari mereka..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s