Perempuan Berkalung Sorban Mau di Boikot???

http://www.suaramedia.com/berita-nasional/13/4161-perempuan-berkalung-sorban-menyakiti-umat-islam-dunia.html

JAKARTA (SuaraMedia) Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub menilai film Perempuan Berkalung Sorban telah menyakiti umat Islam Dunia, dan kalangan pesantren. Film yang dibintangi Revalina S Temat ini telah sangat buruk mencitrakan Islam. Tidak hanya itu, film itu juga merupakan fitnah terhadap pesantren.

“Pencitraan tentang pesantren sangat disayangkan sekali, bahkan saya berani mengatakan itu bukan hanya merusak citra saja tapi memfitnah itu,” kata Ali Mustafa Yakub kepada detikcom di rumahnya di Pisangan, Ciputat.

Ali Mustofa selain menjadi imam besar masjid Istiqlal juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia juga menjadi guru besar Ilmu hadist dan mengasuh Pondok Pesantren Daarus Sunnah.

Perempuan Berkalung Sorban menceritakan perlawanan Anissa, seorang santriwati terhadap pengekangan perempuan di pesantren. Dalam film itu, Annisa berkata Islam tidak adil terhadap perempuan. Film menampilkan diskriminasi terhadap perempuan yang dilakukan ulama dengan dalih agama, seperti perempuan tidak boleh jadi pemimpin, perempuan tidak boleh naik kuda, perempuan tidak perlu berpendapat dan perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa disertai muhrimnya.

Berikut wawancara detikcom dengan Ali Mustofa Yakub:

Bagaimana tanggapan Bapak terhadap film Perempuan Berkalung Sorban?

Saya belum pernah menonton film itu. Tidak pernah, dan tidak akan pernah. Namun untuk mendapatkan informasi itu tidak harus menonton filmnya. Banyak kawan-kawan yang kredibel telah melihat film itu, dan dia menginformasikan kepada kami banyak hal-hal yang menurut mereka menyakitkan hati.

Apa yang menyakitkan hati?

Pertama, pencitraan Islam yang sangat buruk. Seolah-olah Islam mengajarkan yang tidak sesuai perkembangan zaman, misalnya, seorang perempuan tidak boleh keluar rumah untuk belajar dan sebagainya sesuai dengan mahromnya dan sebagainya itu.

Kedua, yang menyakitkan itu adalah penggambaran tentang pesantren. Pencitraan tentang pesantren sangat disayangkan sekali, bahkan saya berani mengatakan itu bukan hanya merusak citra saja tapi memfitnah itu. Mereka ada yang bilang begitu.

Memang dalam Islam bagaimana?

Islam tidak pernah melarang wanita untuk keluar rumah untuk belajar misalnya. Itu ada dalil hadistnya : Janganlah kamu mencegah perempuan-perempuan untuk pergi ke masjid. Konteksnya pada masa Nabi dahulu, pergi ke masjid itu untuk beribadah dan juga untuk belajar kepada Nabi.

Termasuk wanita tidak boleh naik kuda itu. Padahal istri Nabi, Siti Aisyah, naik onta balapan dengan Nabi, biasa itu. Ini hadist penetapan (takhriri), dan penetapan itu artinya membolehkan. Kalau andai wanita haram menaiki onta, tentu Nabi dahulu sudah pasti melarang. Kalau dalam konteks sekarang, naik onta itu bisa disamakan naik kuda, atau naik kendaraan bermotor.

Tapi, film ini diangkat dari kisah nyata santriwati di pesantren?

Ya mungkin memang ada. Tapi itu mungkin lokal saja. Itu tradisi lokal, bukan mencerminkan tradisi pesantren secara keseluruhan. Bahkan tidak mencerminkan Islam.

Mungkin ada seorang yang melarang anak perempuannya begini begitu, tapi itu sifatnya lokal saja dan kasuistis, tapi dengan dibuat film seperti ini, jadi tergeneralisir seolah-olah pesantren seperti itu.

Kalau memang menyakiti Islam dan pesantren, lalu film ini sebaiknya bagaimana?

Saya malah menganjurkan tidak usah nonton aja. Selesai. Karena memang film ini akan dapat menimbulkan salah paham terhadap islam dan terhadap pesantren.

Tapi sementara sebaiknya ditarik dulu film itu, dan diperbaiki yang salah-salah. Diluruskan hal-hal yang mencitrakan keliru Islam dan pesantren. Tapi perlu ada tim yang melihat secara khusus, yakni orang yang mengerti pesantren dan ahli Islam.

Setelah diperbaiki, ya, terserah produser mau ditayangkan lagi atau tidak. (tdc)

Saya cuma mau kasih saran nih buat Bapak Imam Besar Mesjid Istiqlal ini..

Kalau mau komentar soal film ini, nonton dulu atuh.. Kalau Anda merasa yakin bahwa Anda benar, kenapa ngga mau nonton film ini? Kalau Anda merasa turut bertanggungjawab untuk memberikan informasi yg benar mengenai Islam kepada umat, Anda harus nonton dulu film ini untuk melihat bagian2 mana saja yg salah dan yg tidak benar.

Saya yakin Anda pasti tahu sekali bahwa Islam mengajarkan dialog dalam menyelesaikan masalah. Jadi, berdialog-lah yg baik dan damai dengan sutradara film ini. Buka hati untuk menerima dan mendengar setiap jawaban  dan klarifikasi dari sang sutradara. Juga, sebagai orang yg lebih tua dan lebih terhormat di mata umat sebagai Imam Besar Mesjid Terbesar di Indonesia, saya yakin Anda lebih bijaksana..!

NB: mohon maaf atas kata2 saya kalau dianggap kasar dan tidak pantas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s