Lia Eden Tak Menodai Agama Manapun

lia-eden

Tadi saya nonton berita masalah kasus penodaan agama yg dituduhkan kepada Lia Eden. Yg saya bingungkan adalah pernyataan penodaan agama. Dalam pemikiran saya sebagai orang awam, penodaan agama disini dimaksudkan kepada pihak2 yg berniat untuk menghina agama orang lain. Sedangkan mereka, katakanlah Lia Eden yg menjalani keyakinannya menurut apa yg mereka yakin itu benar, bukan berarti bisa dikatakan menodai agama.

Karena begini, katakanlah agama yg dia yakini, ibadah yg dia jalani, mencampurkan tata cara dalam Islam dan Kristen. Katakanlah dia mencampur-aduk tata cara beribadah dari dua agama besar ini. Bukan berarti dia menodai agama Islam dan Kristen. Dia hanya meyakini kalau itu adalah tata cara yg benar menurut dia. Lantas dimana penodaannya?? Dia tak pernah mengungkapkan nada2 menghina tata cara ibadah agama Islam misalnya, tidak pernah menghina Al-Quran yg juga kitab suci umat Islam. Jadi, dimana letak penodaan yg dituduhkan kepadanya?? Kalau misalnya dia berusaha menjaring pengikut, saya rasa itu wajar. Sama halnya dengan kita umat Islam, merupakan kewajiban bagi kita untuk menyampaikan kebenaran Islam yg kita yakini. Begitu juga dengan Lia Eden, dia tentunya merasa bertanggung jawab menyampaikan kebenaran yg dia yakini. See?? Ngga ada bedanya.

Kemudian saya membaca lagi ayat yg menyatakan kriteria penodaan agama. Dalam KUHP 165a, dikatakan secara lengkap:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang maha Esa.”

Sudah sangat jelas bahwa penodaan di sini menekankan pada hal2 yg bersifat permusuhan. Jelas bahwa disini maksudnya kalo agama digunakan dengan maksud untuk menimbulkan permusuhan. Itu jelas salah.

Penyalah-gunaan itu lebih ke hal-hal yg negatif. Misalnya menggunakan agama untuk berperang, menggunakan agama untuk mencuri, merampok, atau membunuh. Saya rasa istilah penyalah-gunaan agama akan lebih tepat.

Lha, balik lagi ke istilah penodaan. Kata2 ini aneh banget karena jelas2 kriteria2 ini disebutkan untuk lebih memperjelas kata2 “Penodaan Agama”, kok malah ada lagi kata penodaan. Bikin bingung lagi dong..

Kemudian dengan sangat jelas bahwa semua kriteria ini dimaksudkan supaya orang lain tidak menganut agama apapun juga yg bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa. Banyak agama yg Tuhannya tidak cuma satu. Seperti halnya Hindu atau Kristen. Tuhan yg mereka kenal lebih dari satu. Lantas, apakah mereka melakukan penodaan agama padahal itu adalah yg mereka yakini untuk hidup mereka sendiri tanpa maksud untuk menghina agama lain yg Tuhannya dikenal cuma satu??

Untuk kasus Lia Eden juga begitu. Bagi saya mereka tidak melakukan penodaan agama apapun. Karena agama Islam dan Kristen sendiri masih eksis dan tak ditinggalkan umatnya. Intinya nama Islam dan Kristen masih baik karena kehadiran Lia Eden dengan agama kerajaan Tuhannya sama sekali tak berdampak apa2.

Justru kalau yg kita lihat saat ini, orang2 menjadi alergi dengan kata Islam ketika mereka teringat dengan kekerasan yg dilakukan beberapa umatnya yg menganggap bahwa itu sesuai dengan ajaran Islam. Makanya sekarang susah bagi sebagian besar umat muslim untuk memasuki negara2 barat macam Amerika, karena teror yg dilakukan beberapa umat Islam yg “menyalah-gunakan” agama Islam. Jadi, siapa yg sebenarnya menodai agama??

(Gambar diambil dari sini)

20 thoughts on “Lia Eden Tak Menodai Agama Manapun

  1. coba kamu baca lagi, lia eden minta semua agama itu dihapuskan atas nama tuhan, apa bagi ukhti itu bukan suatu penyesatan,,,?

    1. Menurut saya bukan.

      Setiap orang yg beragama, pastilah merasa agama yg diyakininya yg benar dan agama lain tidak. Hal yg wajar ketika Lia Eden merasa agama yg ‘dia bawa’ itu benar dan agama2 lain tidak. Dan dia merasa bertanggungjawab untuk menyebarkan ‘yg benar’ menurut dia. Tidak ada yg salah.

      Menyesatkan? Tergantung keimanan seseorang. Kalau kita merasa yakin akan kebenaran Islam, jadi buat apa pusing. Sementara mereka yg terbawa ke dalam pengaruh Lia Eden, itu adalah proses mereka dalam mencari kebenaran. Dan Allah Ta’ala sendiri lah yg akan membimbing mereka nantinya sesuai dengan tingkat keimanan yg mereka miliki..

    2. loe setan x yg pengikut lia eden dah tau lia eden itu dajal loe mau jha ngikutin aliran lia eden bunuh yg suka ngaku tuhan ….ga ade yg nama nya tuhan yg ade allah swt itu baru holik seluruh alam semesta ….menuruk ane bunuh aje lia eden sama pengikut nya …..?

      1. Janganlah dibunuh Bang.. (eh panggil Bang saja ya.. :D) Allah SWT melalui Kekasih-Nya Rasulullah SAW mengajarkan umat-Nya untuk berkasih-sayang pada sesama.. tak pandang bulu siapapun dia, bahkan pada mereka yg menghina Rasulullah pun, beliau menghadapinya dengan penuh kasih..🙂

  2. lia emangg edannn,,,,,,
    semua agama di gabung ma luuuuu…..
    dasar edan,,,
    gmna indonesia bsa maju klw orang’a kya lu smu,,s’harusnya orang kya lu tuh harus di musnahin, (kaya lagu nyA ANDRA END THE BACKBRON)

    1. wew.. kalem Mba.. emosi ngga akan menyelesaikan masalah apapun..

      ke depannya nanti akan banyak Lia Eden-Lia Eden lain yg bermunculan.. tapi waktu akan membuktikan sejauh mana mereka akan bertahan..

  3. memang benar kalo smua agama itu nmrt kykinan masing2 ati benar tapi anda juga harus terbuka matanya dong,wah berarti anda bukan seorang yang bisa brfkir da jernih,kalo smua orang ikut lia eden pintu neraka terbuka lebar dong……….

    1. terima kasih komennya..

      kalau menurut saya, justru karena saya sudah berpikir dengan jernih lah makanya saya bisa berpendapat demikian..

      kalau memang Lia Eden salah, Tuhan tidak akan begitu saja lepas tangan dan membiarkan kita mengikuti jalan yg salah..

      kita juga diberi otak dan hati untuk memilah mana yg sesuai dan mana yg tidak..

      tetapi tetap saja kita tidak punya hak untuk menjustifikasi keyakinan orang lain.. karena keyakinan adalah hak dasar manusia..

      saya rasa tidak akan ada kasus dimana semua orang akan masuk ke satu keyakinan yg sama.. jadi tenang ajah..

      masalah pintu neraka, dari dulu pun pintu neraka terbuka lebar bagi siapapun yg berdosa.. ^_^

  4. Sebagai seorang muslim, jelas saya mengatakan apa yang telah dia lakukan jelas sesat. Boleh saja memiliki kepercayaan lain seperti yang dia lakukan, tapi jangan sampai menyinggung agama yang sudah ada. Semua ajaran agama kok dicampur adukkan jadi satu, emang gado2!!
    Jangan2 mba salah satu pengikutnya lagi….

    1. Namanya juga keyakinan, masa dilarang.. Kalau itu keyakinan dia, ya biarkanlah.. Kalau memang menurut pandangan kita salah, luruskanlah dengan cara yg baik. Apa bisa merubah keyakinan seseorang dengan memenjarakannya? Tidak.

      Masalah dia mencampurkan satu agama dengan agama yg lain, balik lagi ke masalah awal. Itulah apa yg dia yakini. Kalau tak setuju, kalau merasa ajarannya sesat dan tidak benar, ya sudah. Tak usah diikuti, tak perlu menghakimi. Toh, dalam kacamata saya, Islam tak ternoda dengan keberadaan ajaran Lia.

      Tak penting pula apakah saya salah satu pengikut Lia atau bukan. Yang ingin saya ungkap di sini hanyalah pendapat saya bahwa yg namanya keyakinan seseorang tak bisa diubah dengan memenjarakannya. Saya hanya berusaha menelaah kata-kata “menodai” dari perspektif bahasa dan kaitannya dengan kasus Lia Eden. Itu saja.

      Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. ^_^

  5. Perbedaan adalah hal yang tidak mungkin ditiadakan,so dibutuhkan kebijaksanaan dalam menyikapinya.
    Keyakinan bersifat bebas dan tidak pernah bisa dipaksakan, bahkan seringkali kita jumpai,walau nyawa harus melayang sekalipun.
    Jadi biar g salah bersikap atau lebih tepatnya ‘meminimalisir’ kemungkinan kesalahan adalah dengan merujuk kepada orang yg kita kenal mumpuni dalam bidang tersebut baik secara keilmuan dan juga kebijaksanaannya dalam bersikap, semoga dengan begitu kita menjadi tidak tersesat.
    Bersikap dengan ilmu akan membawa banyak kemaslahatan, akan tetapi jika emosi yang berbicara maka hanya akan sampai pada tataran emosi juga bagi si penerima informasi.
    Semoga kita semua diberi petunjuk menuju jalanNya,… yang benar-benar jalan menuju surgaNya dengan cara mematuhi segala petunjuk yang diajarkanNya melalui para rasul. Amin.

  6. ,,,,,,Lisa Aviatun Nahar,,,, kalau mau membuat aliran lain jgn campur adukan satu kyakina dng kyakinan yg lain,,,klo dibiarkan akan merusak kaidah agama,,,apalagi mengatasnamakan agama tertentu,,,,,

    dia diberi hidup untuk bertobat,,,,,,

    1. Terima kasih komentarnya.

      Menurut saya, keyakinan itu hak asasi manusia. Kita tidak bisa membatasi, melarang, dan mencela. Meskipun Anda menganggap dia telah mencampur-adukkan keyakinan, ketika itu sudah dia yakini, kita tidak bisa melarang. Manusia bisa hidup karena dia punya keyakinan. Kalau kita membatasi bahkan melarang keyakinan seseorang, sama artinya kita melarang dia untuk hidup.

      Saya pernah membahas masalah keyakinan dalam link ini: https://lisalatief.wordpress.com/2009/12/21/keyakinan/

      Kesimpulannya, kalau Anda menganggap keyakinan Lia Eden salah dan mau mengubahnya, berikanlah dia dalil dan bukti. Hanya dengan itulah keyakinan bisa diubah. Bukan dengan melarang apalagi memenjarakannya.

    1. Mudah untuk menghakimi. Tapi memberikan dalil dan argumentasi yg kuat itu tidak mudah. Maka berdialoglah dengan baik.

      Terima kasih sudah mengunjungi. ^^

  7. Sebetulnya bagus kalo ada aliran seperti Lia Eden.. karena itu bisa jadi cobaan dan ujian untuk setiap umat beragama.. bukan hanya Islam saja.. atau kristen saja.. kalo kita yakin dan teguh dengan pendirian kita.. ya kita teruskan saja… Saya sendiri sangat yakin… kalau kita hidup di jaman rasul… belum tentu kita masuk islam.. dan bahkan kita bisa mengganggap rasul itu gila… coba renungkan…”apakah kita akan masuk islam bila hidup pada zaman jahiliyah” atau “apakah kita bisa mengikuti Nabi Isa pada zaman terdahulu” sementara mayoritas mengganggap semua nabi dan rasul yg datang pada zamannya adalah “gila”

    1. Iya. Inilah kenapa saya bilang Lia Eden tidak menodai agama manapun. Karena selain dia sendiri sudah menyatakan agamanya berbeda, walau memang ada gabungan ajaran kristen dan Islam di dalamnya, keberadaannya tidak perlu dirisaukan kalau kita yakin dengan keimanan kita sendiri.

      Kenapa harus merasa terancam dengan keberadaannya kalau kita yakin apa yang kita yakini, kita percayai adalah yang benar? Jadi ya santai saja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s