Perusakan Tempat Ibadah

Ketika saya membuka email pagi ini, saya tersentak dengan berita pembakaran mesjid Ahmadiyah di Peninggilan. Alhamdulillah tidak ada kerusakan berarti dari usaha pembakaran tersebut. Tetapi tetap saja kejadian ini membuat saya kaget di pagi hari. Beritanya dapat dilihat di sini.

Saya jadi ingat waktu saya shalat tahajud tadi pagi, sambil menunggu adzan subuh, saya mengaji. Ketika membaca surat Al-Baqarah: 115, pikiran saya jadi terpusat ke ayat ini. Ayat ini mengajarkan dan menegaskan tentang toleransi antarumat beragama.

Arti dari surat Al-Baqarah: 115 adalah:

“Dan siapakah yang lebih aniaya dari orang yang menghalangi menyebut nama-Nya di dalam mesjid-mesjid Allah dan berupaya merusaknya? Mereka itu tidak layak masuk ke dalamnya kecuali dengan rasa takut. Bagi mereka di dunia akan ada kehinaan dan bagi mereka di akhirat tersedia azab yang besar.”

Tafsiran dari ayat ini mengatakan bahwa ayat ini merupakan tudingan keras terhadap mereka yang membawa perbedaan-perbedaan agama mereka sampai ke titik runcing, sehingga malahan tidak segan-segan merusak atau menodai tempat-tempat beribadah milik agama-agama lain. Mereka menghalang-halangi orang menyembah Tuhan di tempat-tempat suci mereka sendiri dan malahan bertindak begitu jauh, hingga membinasakan rumah-rumah ibadah mereka. Tindakan kekerasan demikian di sini dicela dengan kata-kata keras dan di samping itu ditekankan ajaran toleransi dan berpandangan luas.

Al-Quran mengakui adanya kebebasan dan hak yang tidak dibatasinya bagi semua orang untuk menyembah Tuhan di tempat ibadah; sebab kuil, gereja atau masjid adalah tempat yang dibuat untuk beribadah kepada Tuhan, sedangkan orang yang menghalangi orang lain beribadah kepada Tuhan dalam tempat itu, pada hakikatnya telah membantu kehancuran dan kebinasaan tempat itu.

Dari tafsiran di atas, kita bisa lihat betapa kerasnya ajaran Allah Ta’ala untuk bertoleransi antarumat beragama. Dengan mereka yang berbeda agama saja kita harus bertoleransi, apalagi yang satu agama, sama-sama Islam. Dan Allah juga mengatakan bahwa siapapun yang berusaha membinasakan rumah-rumah ibadah, dimana orang-orang menyebut nama-Nya di dalam rumah-rumah tersebut, tersedia azab yang pedih.

Dari sini bisa kita lihat bagaimana keimanan mereka yang berusaha merusak, menghancurkan, dan membakar rumah-rumah ibadah baik mesjid Ahmadiyah, maupun gereja, kuil, dan sebagainya. Mereka mengaku beriman dan apa yang mereka perbuat berdasarkan ajaran Al-Quran. Pengakuan ini HARUS DIRAGUKAN. Karena jelas-jelas Al Quran mengajarkan toleransi dan bahkan menghukum keras mereka yang merusak tempat ibadah agama lain. Kitab mana yang mereka ikuti?? Al-Quran tak mengajarkan kekerasan. Kata-kata siapakah yang mereka ikuti?? Rasulullah SAW tak pernah melenceng dari apa yang diajarkan Allah Ta’ala melalui Al-Quran.

Semoga mereka segera disadarkan dan dikembalikan ke jalan yang lurus sebelum Allah Ta’ala menimpakan azab yang pedih buat mereka. Amin.

4 thoughts on “Perusakan Tempat Ibadah

  1. very good!
    Semoga mereka segera disadarkan dan dikembalikan ke jalan yang lurus sebelum Allah Ta’ala menimpakan azab yang pedih buat mereka. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s