Don’t Tell It, But Show It

Dulu saya pernah menulis status di Facebook begini: Kepintaran seseorang terlihat dari bagaimana dia menjelaskan sesuatu yg rumit dan sulit menjadi sederhana dan lebih mudah dipahami orang awam.

Saya selalu sadar bahwa tidak mudah menjadikan sesuatu yg sulit menjadi terlihat sederhana dan mudah. Dan saya selalu ingin punya keahlian itu. Apalagi sekarang. Ketika usia semakin bertambah. Ketika semakin banyak hal yg saya lihat, dengar dan rasa. Ketika pemikiran mulai sedikit banyak berubah, lebih dewasa kalau saya bilang.

Saya ingin menjelaskan banyak hal kepada siapapun akan apa yg saya tahu, saya lihat, saya rasa, saya percaya, dan saya yakini. Dengan bahasa yg lebih sederhana dan akan lebih mudah mereka mengerti dan pahami. Bukan karena saya ingin dibilang pintar tentu saja. Tetapi lebih kepada keinginan saya yg ingin menjadikan seseorang dari kondisi tidak paham, menjadi paham. Tapi, saya punya kesulitan dalam bidang yg satu ini.

Kutipan bagus yg saya dapat dari Kursus Jurnalisme Sastrawi: Don’t tell it, but show it, tampaknya bisa berlaku untuk banyak hal. Dengan menunjukkan, orang akan lebih paham dan tahu. Nah, masalahnya: bagaimana menunjukkannya? Itu yg sulit.

2 thoughts on “Don’t Tell It, But Show It

    1. 😀

      Tergantung semangatnya Mas.. kalau lagi semangat dan rajin, apa aja mau ditulis.. kalau lagi ngga semangat, blognya dicuekin beberapa minggu.. heuheuheu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s