Pilih-Pilih Teman di Facebook =)

Bingung.

Dulu ketika saya masih baru ikutan Facebook, saya punya prinsip siapapun yg ingin berteman akan saya terima. Tapi kalau mereka membuat saya tidak nyaman dan melakukan hal jahat kepada saya, akan saya hapus dari daftar teman saya. Alhasil teman-teman saya beraneka ragam, dari dalam dan luar negeri. Tidak hanya sekitaran kampus dan mesjid, tetapi juga di luar itu.

Tetapi sekarang, saya sadar saya tak bisa lagi menerapkan prinsip itu. Saya harus lebih hati-hati dalam menerima ajakan pertemanan dari seseorang. Saya jadi lebih selektif. Saya lihat teman-temannya. Kalau teman-teman saya banyak di dia, saya akan terima tanpa pikir. Tapi kalau teman dia yg saya kenal tidak ada, atau cuma satu atau dua orang, saya cenderung akan menolaknya. Kecuali kalau dia lebih sopan dengan memperkenalkan diri dulu kepada saya melalui message.

Ini karena pengalaman mengajarkan saya bahwa menerima ajakan pertemanan dari orang asing yg saya tidak kenal, punya resiko. Kebanyakan sih mereka memberikan rasa tidak nyaman kepada saya. Dan walau alasan ini terkesan dangkal, tapi ketidaknyamanan itu kan sangat mengganggu.

Nah, ketika saya masih memegang prinsip yg lama, saya berteman dengan seseorang dari luar negeri. Dan dia menjelajahi teman-teman saya yg lain juga. Tetapi setelah mengobrol dengan orang ini, saya sadar dia tak memberikan kenyamanan kepada saya. Dan terbersit pikiran untuk segera menghapusnya dari daftar teman saya. Saya juga hendak menyarankan teman-teman saya yg masuk daftar teman dia untuk menghapus dia saja dari Facebook mereka. Tetapi ternyata sudah banyak yg menjadi temannya. Dan tampaknya mereka tak punya masalah.

Lalu saya berpikir, kalau saya menyarankan mereka untuk menghapus orang tersebut, mereka pasti bertanya kenapa. Dan saya harus bercerita lagi. Sebenarnya tak ada hal jahat yg dilakukan orang ini, selain ketidak-nyamanan yg dia timbulkan kepada saya. Tapi saya hanya mencegah lebih banyak lagi ‘korban’ ketidak-nyamanan ini.

Tapi kemudian saya berpikir, kalaupun mereka merasa tidak nyaman, mereka akan menghapus sendiri orang ini dari daftar teman mereka. Saya yakin mereka sudah cukup dewasa untuk menentukan dan bersikap. Jadi saya tak perlu melakukan tindakan-tindakan yg nantinya hanya akan menimbulkan pertanyaan. Kecuali kalau yg dilakukannya sudah benar-benar tak bisa ditolerir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s