Mengaburnya Fleksibilitas

Waktu tidak hanya memakan jatah hidup saya di dunia, tetapi juga memakan fleksibilitas saya sebagai manusia.

Yg saya rasa, semakin saya bertambah tua, semakin saya kehilangan fleksibilitas. Saya semakin kehilangan toleransi terhadap banyak hal yg salah dalam pandangan dan pemikiran saya sebagai manusia dan hamba.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya, saya tergolong remaja yg memerlukan fleksibilitas tinggi dari orang-orang tua. Saya pun belajar juga untuk menjadi manusia yg fleksibel, seiring dengan banyaknya hal baru yg saya tahu dan saya alami.

Tapi saya ngga sendiri. Eva, salah satu teman terbaik saya, juga bilang bahwa dia pun merasakan hal yg sama. Dia mulai kehilangan fleksibilitasnya. Dia tidak bisa lagi mentolerir segala bentuk ketidak-benaran yg terjadi di sekelilingnya. Padahal kami sama-sama tahu dan sangat sadar bagaimana fleksibel dan toleransinya kami berdua dulu.

Saya tidak tahu apakah ini perkembangan yg bagus atau malah akan menjadi bumerang buat saya. Kenapa bumerang? Karena saya takut, ketidak-fleksibilitasan saya, nantinya akan menjauhkan saya dari teman-teman saya dan mereka yg masih sangat memerlukan fleksibilitas dari saya yg lebih tua. Saya takut ketika saya sudah menjadi orangtua, hal ini akan menjauhkan saya juga dari anak-anak saya. Padahal saya ingin menjadi sahabat terbaik bagi anak-anak saya kelak.

Tetapi saya sadari satu hal. Ketidak-fleksibilitasan saya dalam hal yg lain, pastinya akan menuntut saya untuk lebih kreatif menerapkannya dalam pergaulan. Baik dengan teman-teman maupun dengan keluarga. Saya harus bisa mencari dan memilah cara yg lebih baik dan tak menyakiti siapapun ketika ketidak-fleksibilitasan ini berlaku.

Saya harap ketidak-fleksibilitasan ini tidak akan menghalangi atau malah menjauhkan hubungan saya dengan orang-orang yg saya cintai dan mencintai saya.

2 thoughts on “Mengaburnya Fleksibilitas

  1. assalamu’alaikum,

    menurut lamaran, memang sekarang bulan2 ini Libra itu sedang tahap belajar dewasa, mungkit itu salah satu transisis hidup, Allahualam, hanya ramalan😀

    jauh dengan teman2 yang penting ga jauh dengan Allah,
    gagal dalam masalah yang penting shalat kita tidak gagal,
    jauh dengan dunia itu baik, yang penting dekat dengan Allah,

    membagi waktu memang sulit kerjakan yang terpenting, terbaik, termudah, dan yang paling banyak ibadahnya🙂
    subtitusi di setiap keputusan cita2 ke depan mau bagaimana? hehe .. insyaAllah🙂

    wassalam yg lemah,
    *** cuman iseng2 baca blog orang :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s