Hasratku: Pendidikan

Iri. Saya sangat iri melihat teman-teman saya yg saat ini sedang menikmati kuliah master mereka. Sementara saya masih terpaku di sini, pada idealisme saya yg akhirnya menghambat kelulusan saya. Alagh. Hehehe.

Tapi merekalah yg menginspirasi saya lebih dari siapapun. Saya memang punya niat untuk melanjutkan pembelajaran saya di dunia akademis. Tapi semangat itu tak sekuat sekarang ketika saya melihat contoh langsung dari teman-teman saya.

Saya kembali menekuni apa yg memang sudah seharusnya dari kemarin saya selesaikan. Skripsi. Mereka memotivasi saya secara tidak langsung untuk lebih semangat dan lebih serius lagi meraih apa yg menjadi mimpi saya beberapa tahun belakangan ini: pendidikan. Saya jatuh cinta teramat sangat dengan dunia menulis, saya suka membaca, saya suka belajar, dan saya juga sadar bahwa saya pun telah jatuh hati pada dunia mengajar.

Saya ingin punya lebih banyak ruang untuk bisa melakukan itu semua. Dan juga, salah satu obsesiku yg lain adalah melakukan itu semua dari belahan bumi yg lain, sebuah bagian dunia yg tak pernah saya lihat, jamah, rasa. Walau salah seorang teman saya pernah memberikan pendapatnya bahwa tinggal di luar negeri bukanlah sesuatu yg hebat, tapi obsesi saya masih tak bisa ditahan. Bukan sebuah hal yg hebat yg saya cari, tapi pengalaman baru. Bukan sebuah gengsi atau sebuah kehormatan yg saya idamkan ketika saya mengidamkan ke luar negeri. Tetapi sebuah pandangan baru akan sebuah bagian dunia yg lain, sebuah pengetahuan baru akan sebuah kebudayaan di negara orang lain.

Tak peduli betapa pemimpinya saya di pandangan orang lain dengan hanya menginginkan hal ini. Tapi mimpi membuat hidup kita lebih punya tujuan dan makna.

Saya tak akan berhenti memotivasi diri untuk meraih mimpi-mimpi itu. Walau nanti alur hidup saya berubah, ternyata saya harus menikah di selang waktu saya mengejar mimpi, insya Allah saya tak akan mengendurkan semangat saya.

Saya percaya, pernikahan seharusnya bukanlah penghalang saya dalam meraih mimpi-mimpi saya. Pernikahan sejatinya bisa menjadi suatu hal dimana saya menemukan teman-teman (suami dan anak-anak) yg akan menemani saya dalam perjalanan meraih mimpi. Dan saya yakin saya akan bisa lebih jauh menikmatinya ketimbang sendirian dalam perjalanan ini. ^_^

 

Sumber gambar: gettyimages.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s