Menerjemahkan Butuh Pengalaman

Pengen ngomong ngga penting.

Menurut saya, masalah terjemahan, sehebat apapun otak komputer, ngga bisa menggantikan otak manusia. Sehebat apapun sebuah software terjemahan, hasilnya ngga akan sebagus hasil terjemahan otak manusia.

Juga, ilmu terjemahan itu sebenarnya ngga ada. Keahlian menerjemahkan itu adalah masalah pengalaman. Semakin berpengalaman dia menerjemahkan, maka hasilnya semakin bagus dan bisa dipertanggung-jawabkan. Tingkat pendidikan juga tidak berpengaruh pada hasil terjemahan. Mereka yg lulusan SD bahkan sarjana sekalipun, bisa memiliki hasil terjemahan yg kualitasnya sama. Karena sekali lagi, pengalaman lah yg bermain. Ini hasil penelitian dosen saya loh! ^_^

Sekian. Haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s