Manusia menjadi manusia ketika dia bisa mengendalikan nafsu amarahnya.

By: Soekmana Soma

Itulah yg membedakan manusia dengan hewan. Ketika seorang manusia dalam keadaan marah, dia sesungguhnya sedang dalam keadaan khewani (tabii).

Jadi, ketika seseorang berkata kasar saat sedang marah, jangan anggap serius perkataannya. Karena dia sedang tidak menjadi manusia.^_^

2 thoughts on “Manusia menjadi manusia ketika dia bisa mengendalikan nafsu amarahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s