Dijodohkan bukan suatu penghinaan

Kalau nanti saya sudah punya anak, saya akan mencarikan jodoh untuknya. Saya yg akan aktif menawarkan pilihan pasangan hidup untuk anak-anak saya. Saya juga tidak akan memaksa kalau mereka tidak suka. Saya akan mencarikan yg lain.

Saya akan menanamkan pemikiran bahwa dijodohkan bukanlah sesuatu yg ketinggalan jaman, apalagi sebuah penghinaan. Kalau mau memperhitungkan kebaikan dan keburukannya, dijodohkan justru lebih banyak kebaikannya.

Mereka tidak akan pusing berjuang mencari pasangan hidup sendirian. Mereka juga tidak akan pusing memikirkan apakah orangtuanya akan merestui atau tidak calon pasangan hidupnya. Selain itu kalau mereka tidak suka, mereka bisa menolak (ini khusus buat orangtua yg demokratis yah). Kalau ada apa-apa dengan pernikahannya, yg berujung pada perceraian misalnya (naudzubillah min zalik), mereka tidak akan merasa malu untuk kembali pada keluarga.

Sedangkan keburukannya, ya pastinya kebalikan dari kebaikan-kebaikan ini.

Saya merasakannya. Saya baru tahu bahwa dalam memilih pasangan, saya telah melalui jalur yg tidak semestinya dan tidak baik. Saya merasakan banyak sekali tantangan yg harus saya hadapi. Susahnya mendapat restu orangtua, keikhlasan mereka melepaskan saya pada seseorang yg jauh. Tekanan dari berbagai pihak karena opini-opini ataupun sangkaan-sangkaan yg kebanyakan hanya berdasarkan apa yg mereka dengar, tak pernah lepas mengelilingi saya.

Satu hal, saya capek. Saya capek tertekan. Tapi semakin saya ditekan, semakin saya tak mau melepas. Bukan karena saya mau memberontak. Tapi saya memegang teguh keyakinan saya bahwa apa yg saya pertahankan tidak bertentangan dengan Al-Quran. Itu saja.

Kalaupun pada akhirnya semua memang harus berakhir, saya ingin saya sudah memperjuangkannya semampu saya dulu. Kalaupun memang semuanya harus berakhir, saya ingin saya sudah sampai di tahap puncak perjuangan saya.

Selagi saya mampu, saya akan kuat bertahan dan berjuang. Insya Allah.

4 thoughts on “Dijodohkan bukan suatu penghinaan

  1. lis, aku dukung perjuanganmu. Kamu gak usah khawatir soal omongan orang-orang (eh termasuk gw gak sih?) kalau kamu yakin dan mengerti apa yang kamu lakukan. GO AHEAD!

    jangankan keluarga, aku dan teman-teman tak akan malu menerima mu kembali kok. hii..hi… share dong di email apa yang terjadi kemarin.

    1. Jazakallah Bang Ali.. Lisa bener-bener terharu dan berterima kasih pada yg mendukung dan mendoakan Lisa.. Karena saat ini Lisa benar-benar sangat membutuhkan itu.. Jazakallah..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s