Jika seseorang tidak bercinta-kasih pada sesama, maka ia sudah meninggalkan ajaran agama.

Itu kutipan sabda Masih Mau’ud yg saya dengar siang ini. Dan seketika itu menyadarkan saya akan satu hal.

Saya sadar saya telah melakukan kesalahan. Saya sadar ketidak-sengajaan saya telah memalukan pribadi dan keluarga. Dan pertemuan saya dengan tunangan saya telah melahirkan sebuah peringatan.

Awalnya saya merasa saya terlalu dipersalahkan. Dan saya menjadi depresi karenanya. Tapi kemudian saya berpikir, bahwa peringatan itu adalah bentuk kasih sayang mereka pada saya, tunangan saya, dan pada saudara-saudara saya yg lain. Peringatan itu tak perlu dipandang sebagai bentuk penyalahan mereka terhadap saya terus menerus.

Bahtera ini bahtera yg mengajarkan cinta kasih. Seperti halnya Islam yg selalu mengajarkan damai dan cinta kasih. Karenanya segala batasan yg dibuat hanyalah bentuk cinta kasih mereka, bentuk penjagaan dan perlindungan mereka. Kalau dengan kesalahan saya, bisa membuka mata saudara-saudara saya yg lain, agar tak jatuh ke jurang yg sama, maka saya akan dengan ikhlas menerimanya. Kalau dengan kesalahan saya, mereka menjadi lebih kuat dalam menjaga dan melindungi saudara-saudara saya yg lain, saya akan dengan rela menerimanya.

Satu hal pasti, ini pelajaran berharga buat saya. Insya Allah saya akan menjaga keturunan saya agar mereka tak melakukan kesalahan yg sama seperti yg saya lakukan di masa kini.

Segala puji bagi Allah atas anugerah yg Ia berikan pada saya tanpa henti, dengan cara-Nya sendiri. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s