Tanpa Mencari

Udah jadi rahasia umum kalau saya itu pemalas. Hehe. Dulu Mama saya selalu bilang, rasa malas itu harus dilawan, kalau ngga ya ngga bakal ilang. Dan pilihan saya? Saya terlalu malas untuk melawan rasa malas itu sendiri. Haha.

Tapi semakin usia saya bertambah, saya perlahan-lahan, pelan-pelan sekali, mulai berubah. Minimal, ada keinginan dalam diri sendiri untuk melawan rasa malas itu.

Saya sendiri juga sedang mencari-cari apa yang membuat saya bisa berubah seperti itu. Apa iya setiap manusia yang semakin tua, akan perlahan-lahan mendapatkan kesadaran untuk berbuat sesuatu yang dulunya terlalu malas untuk dilakukan? Apakah ini ada kaitannya dengan ilmu kebijaksanaan?

Waktu saya dengerin khutbah Jumat kemarin, saya tahu bahwa ada ilmu-ilmu yang hanya bisa diberikan oleh Allah Ta’ala sendiri kepada umat-Nya. Contohnya ada dua: ilmu kebijaksanaan dan ilmu ikhlas. Kedua ilmu itu tidak bisa diraih dengan hanya belajar melalui teori. Allah sendiri yang akan menurunkan ilmu itu pada kita, dengan cara-Nya sendiri tentunya.

Saya tidak bilang bahwa saya sudah mendapatkan ilmu kebijaksanaan itu. Tapi saya merasa, untuk sekelas pribadi saya yang pemalas, saya merasa saya sudah bisa lebih bijaksana untuk mau melawan rasa malas saya. Sejak dulu, untuk berpikir melawan rasa malas saja, saya tidak mau. Malas banget, kan? Tapi saya merasa usia yang terus bertambah secara spontanitas dan penuh rahasia (mulai lebay nih bahasanya :D) mulai mengubah cara berpikir dan bersikap saya.

Saya ingat saya pernah bilang sama seseorang bahwa waktu pada akhirnya akan mengubah seseorang. Dan manusia yang tak mau berubah (dalam artian perubahan yang lebih baik) adalah manusia yang tidak mau belajar. Tapi kadang, saya juga menyadari satu hal, kadang tanpa kita sadari, bukan karena kita sengaja mencari, kita akan disajikan pelajaran dalam suatu peristiwa. Mau tak mau, dengan sendirinya kita akan  belajar. Dan sepertinya itu yang saya alami.

Belajar mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah hal yang saya niatkan kalau saya sudah menikah saja.😀 Yep, tahap kemalasan saya sudah setinggi itu. Tapi saya sama sekali tidak menyangka kalau kemauan untuk belajar itu sudah mulai dari sekarang.

Saya bersyukur tentu saja. Sangat bersyukur. Saya hanya takjub dengan perubahan ini. Perubahan yang terjadi pada saya tanpa ada niat untuk berusaha pada awalnya. Hehe. Semoga ini untuk selanjutnya, bukan hanya sementara. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s