Segaris Senyum Tentang Kamu

Aku pelupa. Aku terlalu pelupa untuk ingat hari, tanggal, dan waktu persis kita bertemu untuk pertama kalinya. Dan sayangnya juga untuk terakhir kalinya. Tapi aku selalu ingat bagaimana jantungku berdegup menjadi sangat cepat ketika kamu hadir tanpa melepaskan senyum khasmu. Senyum yang langsung membuatku merasa hangat dan jatuh cinta.

Iya. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka bilang itu cinta semu. Tapi nyatanya, sampai hari ini, ketika aku mendapat undangan pernikahanmu yang mengejutkanku, aku merasa sedikit nyeri. Hmm, aku tahu sih bahwa kamu takkan pernah bisa aku gapai. Kalaupun keyakinan kita sama, kamu masih terlalu tinggi untuk bisa aku sentuh. Miris ya? Tapi aku bahagia. Aku merasa begitu beruntung pernah bertemu denganmu, menyimpan sebuah ruang khusus untuk namamu dan semua hal yang aku ingat tentangmu. Termasuk rasa sederhana tanpa tuntutan yang aku simpan dalam ruang itu.

Kemarin kamu datang dibalut kemeja putih dan celana jeans warna biru. Senyum hangat yang tadinya cuma aku lihat lewat foto, langsung menghangati seluruh tubuh, memacu degup jantungku lebih cepat. Kemarin.. ya ampun, 6 tahun bahkan masih terasa seperti kemarin! Tuh, kan?! Aku memang pelupa.😀

Oiya. Apakah kamu merasa kalau aku bersikap aneh waktu itu? Kamu ingat ngga waktu itu aku minta tolong temanku untuk bilang sama kamu, aku ingin merekam kenangan pertemuan ini dalam sebuah gambar kita berdua? Norak ya?! Haha. Biarin lah. Aku takut ngga akan bisa lagi menemukan satu momen yang menghadirkan aku dan kamu dalam satu tempat dan waktu. Aku begitu takut. Dan terbukti, kita tak dipertemukan lagi sesudahnya. Jadi, kenorakanku waktu itu menguntungkan[ku].😛

Ah, kenapa kamu terlihat sempurna sih? Kamu dewasa, matang, pintar, baik, dan ngemong. Bagaimana aku tahu semua itu dalam satu pertemuan? Dukun? Ngga. Temanku lebih dulu cerita banyak tentangmu sebelum pertemuan bersejarah kita. Mungkin sebenarnya aku sudah jatuh cinta lebih dulu. Dan kehadiranmu yang benar-benar nyata semakin mengukuhkan rasa itu. Mungkin juga sih. Tapi aku ngga akan menolak kalaupun ini cinta pada pandangan pertama.

6 tahun ngga terasa ya. Bahkan ketika aku membuka pintu waktu dan berjalan ke masa lalu, di hari pertemuan kita, rasanya aku hanya melewatkan satu hari, seperti berjalan ke hari kemarin. Kamu begitu tenang dan santai. Betapa aura kebijaksanaan itu terpancar hanya dari caramu menatap dan bicara. Tuhan, aku pikir sosok dengan kepribadian semacam itu hanya ada di dunia dongeng. Aku pikir sosok Hyong Chul yang begitu aku cintai hanya ada dalam imajinasi sutradara All About Eve saja. Tapi ternyata Kau pertemukan aku dengan titisannya dalam dunia nyata. Dan ini sekaligus malapetaka bagiku.

Huks. Ini berarti aku boleh berharap bahwa Kau menciptakan tidak hanya satu Hyong Chul dalam dunia ini. Aku boleh berharap Kau ciptakan setidaknya satu lagi Hyong Chul, yang menyerahkan segenap jiwa raganya dalam bahtera yang sama denganku. Aku boleh berharap kan, Tuhan? Ah, benar-benar malapetaka.

Tapi malapetaka itu tidak berlaku untuk dia, gadis yang akhirnya memenangkan hati dan keyakinanmu. Selamat ya, Mas. Segera punya anak. Bukannya lancang tapi sungguh, kamu sudah terlalu tua untuk menunda-nunda punya anak. Semoga anak-anak lelakimu akan mewarisi sifat-sifat unggulmu, yang selalu menjadi kebanggaanku. Amin.

Btw, aku masih belum bisa menentukan apakah akan hadir atau tidak dalam pernikahanmu. Maaf ya, Mas. Nyatanya aku pasti tidak akan hadir. Selain tak punya teman untuk ke Jakarta, mana mungkin aku sanggup menghadirinya. Heu. Khusus untuk peristiwa ini, khusus di hari bersejarahmu, aku justru benar-benar tidak bisa memutuskan, apakah aku akan hadir, atau tidak, bahkan mungkin pun aku tidak tahu. Sedih? Iya. Tapi aku juga senang. Karena kamu bahkan masih ingat untuk mengundangku ke pernikahanmu. Padahal mungkin sekali kamu sudah lupa siapa aku, bagaimana tampangku, dan dimana kita bertemu. Tapi itu benar-benar tidak penting saat ini. Selamat berbahagia ya, Mas. Selalu.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s