Semua Ada Saat dan Jatahnya Masing-Masing

Selalu dan selalu tak bisa menyembunyikan rasa kagum saya pada apapun yang terjadi pada hidup sahabat saya yang selalu saya kagumi ini atau apapun yang dilakukannya. Setiap momen yang dia lewati selalu membuat saya semakin kagum dan belajar lebih dan lebih lagi. Seperti percakapan yang tanpa sengaja terjadi di antara kami.

Awalnya begini, ketika kami bertemu di Jogja sekitar bulan Juni lalu, saya ingat sekali dia cerita dia tengah dekat dan merasa nyaman dengan seorang pria yang dikenalkan teman kosannya. Dekat dalam arti mereka sering ngobrol lewat dunia maya. Mereka belum sekalipun bertemu karena si pria sedang menempuh pendidikan di Inggris. Dia menekankan bahwa kenyamanan ini tercipta karena selama mereka dekat dan berkomunikasi, tak sekalipun si pria berusaha merayu atau memperlakukannya seperti perempuan istimewa. Kebanyakan justru mereka saling becanda, saling cela, layaknya dua kawan lama yang sudah lama saling kenal.

Saya tak menyangka kalau dia hanya butuh waktu kurang dari 5 bulan untuk mengubah keputusannya dan menerima cinta pria ini ketika mereka bertemu pertama kali di Jogja. Dan saya mengetahui ini semua tanpa sengaja ketika dia salah memanggil di skype. Ceritanya dia mau manggil pacarnya, tapi dia salah alamat. Dia malah klik dialogue box saya. haha. Dan di situlah asal muasal dia menceritakan semuanya.

Dia cerita bagaimana karakter pria ini yang juga begitu dia kagumi. Dan akhirnya, seperti sihir saja, saya pun terhipnotis untuk mengagumi sosok pria yang berhasil meruntuhkan benteng yang selama ini begitu kokoh menaungi hati sahabat saya ini. Dan inilah kutipan percakapan kami yang membuat saya tak bisa menyangkal bahwa pria ini pantas untuk dikagumi dan saya belajar banyak darinya.

[1:41:05 PM] dia: klo soal low profile-nya aku salut bgt lis

[1:41:15 PM] dia: jempolan deh si xxxxxx

[1:41:19 PM] saya: whoaaaaaaaaaaaaaa

[1:41:50 PM] dia: mana friendly bgt, easy going bgt, siapaaaa aja dia sapa

[1:42:03 PM] saya: waaaaaaaaaaahhhhh

[1:42:10 PM] dia: pdhl kuliah di luar, berpunya gt, biasanya kan cnderung sombong

[1:42:15 PM] saya: iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

[1:42:17 PM] dia: boro2 sombong, nyadar cakep aja ngga

[1:42:18 PM] dia: –‘

[1:42:26 PM] saya: widiiiiiiiiiiiiiiih

[1:42:31 PM] saya: cowok langka

[1:42:50 PM] dia: hahahaha

[1:42:58 PM] dia: gara2 itu mgkn aku luluh yak

[1:43:00 PM] dia: ahahahahahaa

[1:43:02 PM] saya: baru kemarin aku bilang di twitter

[1:43:03 PM] saya: ahahaha

[1:43:15 PM] saya: kamu tau kan pelem Pretty Woman?

[1:43:24 PM] dia: iya2

[1:43:30 PM] dia: knapa lis?

[1:43:43 PM] saya: si Richard Gere di situ aku bilang imajinasi sutradara yang utopis

[1:43:53 PM] saya: kaya, ganteng, pinter, tapi rendah hati

[1:43:54 PM] saya: alamak

[1:44:14 PM] saya: ternyata ada juga ya

[1:44:17 PM] saya: hahahaha

[1:44:17 PM] dia: aahahaahahahahahhaaa

[1:44:20 PM] dia: hahahahahha

[1:44:43 PM] dia: yaaahh mudah2an dia gitu terus deh, ga brubah

[1:44:46 PM] dia: aku jg jd byk blajar dr dia si

[1:44:47 PM] saya: Amiiiiiiin

[1:44:50 PM] saya: iya

[1:44:56 PM] saya: aku juga jadinya

[1:45:01 PM] saya:😛

[1:45:04 PM] dia: hahahhaa

[1:45:05 PM] dia: klo materi itu bukan sgalanya

[1:45:08 PM] dia: iya

[1:45:11 PM] saya: betul

[1:45:19 PM] dia: sring ngobrol sm dia tu brasa hidup tu enteng

[1:45:31 PM] saya: iya yaaa

[1:45:41 PM] dia: smua psti ada jalan kluarnya

[1:45:50 PM] dia: asal ga malu

[1:46:04 PM] dia: klo pake malu, mo ngapa2in jg jd susah

[1:46:08 PM] saya: betul

[1:46:31 PM] dia: iya si bnr jg, aku jd mikir2 kyknya yg bikin susah emang rasa malu

[1:46:35 PM] dia: gara2 ga brani jd ga dilakuin

[1:46:39 PM] saya: iya

[1:46:42 PM] dia: iya jg

[1:46:42 PM] saya: betul banget

Saya hampir tak percaya ada pria semacam itu di dunia. Kekayaan, kepintaran, dan ketampanan adalah ujian. Ketiganya bisa menjadi anugerah sekaligus musibah, tergantung bagaimana kita melihatnya. Dan jarang sekali ada pria yang memiliki ketiganya, namun dengan rendah hati menganggap bahwa ketiganya bukanlah segalanya yang bisa ia banggakan. Salut!🙂

Percakapan kami dengan topic pria ini, akhirnya berujung pada satu topik yg filosofis. Tentang jodoh dan jatah dalam hidup.

[1:56:54 PM] dia: jodoh ga usah dicari lis, tar jg nemu sndiri

[1:57:06 PM] saya: iya

[1:57:07 PM] dia: take it easy dear

[1:57:15 PM] saya: iya ya xxx..

[1:57:20 PM] dia: iyaa

[1:57:25 PM] dia: aku jg kan awalnya ga nyari

[1:57:34 PM] dia: malah ga mau pacaran lg

[1:57:37 PM] dia: eh malah dikasi

[1:57:48 PM] dia: bersyukurnya malah berlipat2

[1:57:54 PM] saya: iya ya xxx..

[1:57:58 PM] dia: jd tenang ajaaaa

[1:58:08 PM] dia: smua udah di atur

[1:58:25 PM] dia: skrg aku dikasi pacar, tp msh struggle untuk lulus kuliah

[1:58:30 PM] dia: kmu blum dikasi, tp udah bs lanjut S2

[1:58:42 PM] dia: tiap org udah punya jatah masing2

[1:59:01 PM] dia: so take it easy😉

[1:59:07 PM] saya: hookaaay

[1:59:30 PM] saya: kalo emang saatnya tepat, pasti Tuhan kasih

[1:59:53 PM] dia: iyaaaa

Ya. Semua ada waktu dan jatahnya masing-masing. Masalah cinta antarindividu, Tuhan punya skenarionya sendiri. Semua sudah sesuai dengan jatahnya, kebutuhannya, dan saatnya. Dan saya, sebagai orang yang percaya bahwa tidak ada kebetulan atau keberuntungan di dunia ini, yakin bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita dan makhluk hidup lainnya, adalah telah sesuai bagi Allah.

Husna (tokoh dalam film Ketika Cinta Bertasbih) pernah menyampaikan doa yang menghentakkan saya. “Ya Allah, jadikanlah hamba manusia yang tiada suka mempercepat apa yang Kau lambatkan, dan memperlambat apa yang Kau cepatkan.” Saya betul-betul tersentak dengan doa ini. Saya sadar mungkin iya, saya sudah menjadi manusia yang tanpa sadar sering memburu Allah untuk mengabulkan doa saya sesegera mungkin. Padahal, Allah tidak bisa dipaksa dan diburu. Tidak ada gunanya memburunya. Pada akhirnya kitalah yang akan menjadi pihak yang tersakiti dan merasa rugi.

Apa yang saya dapatkan hari ini, semua adalah memang jatah saya untuk hari ini. Ketika saya menginginkan lebih, saya butuh kerja keras dan berdoa. Masalah apakah usaha atau doa itu cukup atau tidak, hanya Allah yang bisa melihat dan memutuskannya.

Jadi, nikmati saja apa yang kita dapatkan hari ini. Jalani dengan baik untuk mendapatkan hasil yang terbaik di masa depan. Bersabar, berdoa, dan tentunya terus bertawakal menuntut usaha kita setiap detik. Lakukan 3 hal sederhana ini dan insya Allah kita akan bersyukur lebih dan lebih lagi di kemudian hari.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s