Maafkan Aku

Aku mau minta maaf. Permintaan maaf yang entah kapan bisa aku sampaikan langsung padamu. Tapi sebelum aku lupa rangkaian kata yang telah aku siapkan, aku sampaikan sekarang di sini.

Aku minta maaf karena telah menyetujuimu mempertahankan rasa dan harapanmu pada pria itu. Pria yang bukan kamu saja yang melihatnya sebagai pria yang terbaik saat ini untukmu. Pria yang juga di mataku pantas untuk menjadi pasanganmu.

Aku minta maaf karena dukunganku telah menghalangimu untuk ikhlas. Aku minta maaf karena dukunganku telah menutup matamu untuk yakin bahwa Allah telah menyediakan seseorang yang pastinya jauh lebih baik dari pria itu. Itu pasti.

Saat ini di matamu, di mata banyak orang, dan juga di mataku, pria itu memang yang terbaik. Persis seperti yang pernah disampaikan sahabatku D. Dan karena penglihatanku yang ‘buta’ itulah aku dengan ‘buta’ pula mendukungmu untuk terus menyimpan rasa dan harapan pada pria dan juga keluarga yang pernah menyakitimu.

Dulu aku berpikir, kepindahan keluarga itu adalah jalan Allah untuk mendekatkan kalian dengan tujuan untuk merekatkan hubungan kalian kembali. Tapi ada kesadaran baru. Bagaimana kalau kepindahan keluarga itu hanya supaya mereka bisa melihat kualitas dirimu, kemudian membuka mata dan menyadari kekeliruan mereka? Hanya itu. Selalu ada kemungkinan mereka berbalik menginginkanmu menjadi bagian dari mereka. Tapi juga selalu ada kemungkinan untukmu untuk berbahagia dengan orang lain, yang mungkin bukan pria itu dan keluarganya, yang telah dipersiapkan Allah untukmu.

Sebelumnya aku telah menuliskan banyak nasehat dan pencerahan yang aku dapatkan dari sahabatku D tentang ikhlas. Dan dari pengalamannya aku semakin yakin, aku memang telah berbuat salah. Aku telah salah mengira hanya pria itu yang terbaik untukmu, seperti aku salah mengira hanya ‘mantan priaku’ yang terbaik untukku. Tiada yang lain. Tapi kita tak pernah tahu. Kenapa kita harus mendahului keputusan Allah?

Dan melihatmu sakit hati untuk yang kesekian kalinya, aku semakin jatuh dalam perasaan bersalah. Maafkan aku sayang karena telah menopangmu untuk terus bertahan. Seharusnya perlahan kutarik dirimu menjauh dari rasa dan keinginan bertahan itu. Maafkan aku sayang karena telah menyesatkan mata dan hatimu hanya kepada sosok pria itu. Maafkan aku sayang. Maafkan aku.

Maafkan aku karena telah menghalangimu untuk mendapatkan kesempatan mengikhlaskan kepergian pria itu, dan mendapatkan keyakinan bahwa kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik. Pasti.

Maafkan aku karena telah salah memberikan apa yang sesungguhnya kamu butuhkan. Karena sebenarnya bukan dukunganku untukmu terus bertahan yang kamu butuhkan. Tapi sesungguhnya yang kamu butuhkan adalah ikhlas sayang. Dan apa itu ikhlas? Gambaran sederhananya mungkin sudah kamu baca di tulisanku yang sebelumnya.

Aku mohon jangan lagi sakit karena pria itu, sayang. Aku mohon jangan lagi meneteskan airmatamu yang berharga karena pria ataupun keluarga itu. Hanya soal waktu Allah mengirimkan hadiah-Nya untukmu. Itu pasti. Segala pertanda itu hanya ujian untuk keikhlasan kita. Apakah kita masih sakit ketika bersentuhan dengan segala hal yang berkaitan dengan mereka?

Sebagaimana ikhlas adalah ilmu yang paling tinggi, kita harus menyediakan pengorbanan yang paling tinggi pula untuk menguasainya. Mari kita sama-sama belajar ilmu ikhlas. Dan keikhlasan pertama yang aku harapkan darimu adalah memaafkanku.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s