Beratnya Menjadi Ahmadi

Kalau Anda baca postingan saya tentang Syarat-Syarat Bai’at Dalam Jemaat Ahmadiyah, Anda pasti bisa merasakan betapa beratnya menjadi anggota Jemaat Ahmadiyah. Bahwa untuk memenuhi semuanya itu rasanya akan membutuhkan waktu seumur hidup. Lantas muncul pertanyaan: Kenapa demikian berat menjadi anggota Jemaat Ahmadiyah? Tidak cukupkah dengan hanya mengucapkan kalimat dua syahadat?

Jawabannya: Ya, menjadi anggota Jemaat Ahmadiyah itu berat. Tidak cukup mengucapkan kalimat dua syahadat saja sementara tidak ada kejelasan apa saja yang harus kita lakukan untuk menjadi umat Islam yang sejati.

Tugas Jemaat ini adalah menyampaikan kebenaran (kebenaran macam apa? Insya Allah akan saya jabarkan dalam postingan berikutnya ^_^). Dan menyampaikan kebenaran tidak pernah mudah. Perlu pembuktian. Dan orang-orang yang menyampaikan kebenaran pun juga harus memperbaiki diri. Karena itulah untuk menyampaikan kebenaran, perlu manusia-manusia yang tangguh, bersih, jujur, dan dengan perangai yang baik lagi damai. Untuk mencapai kriteria inilah, maka dibuatlah syarat-syarat semacam itu.

Soekmana Soma dalam bukunya, “Kebenaran Hakiki” menyebutkan jawaban yang lebih singkat dan lugas. Syarat-syarat baiat yang sedemikian berat itu adalah untuk “membentuk pribadi Muslim yang paripurna dalam menjalankan tugas menyampaikan pesan-pesan Islam yang damai kemanapun mereka pergi.” (Soma, 2008; 39)

Dengan melaksanakan kesepuluh syarat baiat inilah, akan terbentuk manusia yang tangguh, bermental baja, namun berperangai lemah lembut dan santun. “Manusia-manusia semacam inilah yang dapat diandalkan oleh Jemaat Ahmadiyah untuk memenangkan hati manusia (dalam menerima kebenaran). Mereka bersedia memeluk Islam dengan damai, tanpa paksaan.” (Soma, 2008; 40)

***

Masih ada lagi pertanyaan untuk syarat baiat kesepuluh. Selayaknya sebuah organisasi yang memiliki aturan, hal ini juga berlaku untuk Jemaat Ahmadiyah. Tidak perlu dipersoalkan terlalu besar.

Soma menceritakan bahwa kalau Anda adalah lulusan akademi militer, Anda tidak boleh menikahi janda. Kenapa? Pentingkah untuk dipertanyakan? Itu sudah peraturan. Sebagai seorang anggota militer, Anda pun tidak diijinkan untuk berpoligami. Kenapa? Tidak perlu dipertanyakan. Itu sudah peranturan. Anda terima atau keluar.

Hal yang sama pun berlaku dalam Jemaat Ahmadiyah. Itulah kewajiban Anda bila ingin menjadi anggota organisasi keagamaan non politik bernama Jemaat Ahmadiyah. Anda menolak, Anda tidak bergabung. Sederhana.🙂

Inilah sedikit jawaban sederhana yang bisa saya sampaikan mengenai syarat-syarat baiat dalam Jemaat Ahmadiyah. Insya Allah saya selalu membuka diri terhadap berbagai pertanyaan dengan tujuan mencari ilmu, membangun diskusi yang sehat, saling menghormati, tanpa berniat menghakimi satu sama lain. Amin🙂

4 thoughts on “Beratnya Menjadi Ahmadi

  1. Wah, senang sekali, setelah baru saja mempelajari (dan mengagumi) Inti Pokok Ajaran Islam & Falsafah Islam tulisan sang pendiri Jemaat Ahmadiyah, hari ini Allah malah mempertemukan saya dengan seorang blogger Ahmadi.

    Salam ukhuwah, dari seorang blogger juga, dari Bandung.
    *cuma sekarang sudah tidak ngeblog lagi* :p

    Wassalam,

    1. salam kenal🙂

      Jazakumullah sudah berkunjung dan memberi tanggapan positif. Senang bisa berkenalan dengan seorang blogger berhati luas seperti Anda🙂

  2. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Salam Kenal Mbak Lisa

    Saya mendapatkan tulisan ini ketika mencari kata kunci buku Kebenaran Hakiki karya Dr. Soma, karena saya ingin mencari dan membeli buku tersebut. Namun setelah saya browsing lebih lanjut ternyata buku tersebut tidak ada yang menjualnya. Kalau boleh tahu Mbak Lisa mendapatkan buku ini dari mana ya?

    Terima kasih

    NB : saya tertarik dengan pemikiran Dr. Soma setelah membaca buku beliau, “Dialog antara dua kebenaran”, dan “Agama yang Membebaskan”

    1. Wa’alaikumsalam wrwb.
      Salam kenal juga, Mas Sarip.
      Kebetulan dulu ketika saya masih punya Facebook, saya berkesempatan berkomunikasi dengan beliau. Kemudian beliau mengirimkan tiga buku karyanya pada saya: Dialog antara Dua Kebenaran, Ada Apa dengan Ulama?, dan Kebenaran Hakiki.
      Mungkin Mas Sarip bisa hubungi beliau langsung di Facebook atau emailnya. Kalo tidak salah ada di website pusdiklat.pu.go.id, tertera email beliau soek_soma@yahoo.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s