Lambat Tapi Selamat

Semester terakhir kuliah, semester depan khusus untuk tesis. Saat ini sedang bergulat dengan judul tesis. Itupun masih ada utang jurnal yang sampai hari ini belum juga ditulis apalagi dikirim ke satu lembaga terakreditasi. Padahal jurnal yang sudah diterbitkan di sebuah lembaga terakreditasi adalah syarat untuk bisa sidang. Belum apa-apa, stress dan jenuh sudah menguasai pikiran. Tapi perjuangan ngga bisa berhenti sampai di sini. Sudah sejauh ini. Dan apapun hasil akhirnya nanti, yang penting semua harus dilalui. Ngga mau menambah pusing pikiran dengan bayangan masa depan. Yang namanya ilmu pasti akan terpakai. Tergantung kita mau pakai ilmu kita apa ngga untuk sesuatu yang bermanfaat.

Sekarang, masalah mau nulis apa di tesis nanti, masih bisa dikompromikan. Minimal waktunya masih lebih panjang daripada tahun depan. Dan aku belajar satu hal penting.

Di antara teman-teman sekelas, baru satu orang yang aku anggap sudah siap maju buat sidang. Aku kasih inisial namanya NK. Dulu aku suka kesel sama dia karena dia paling lambat dalam mencerna obrolan apapun. Pasti nanya lagi dan nanya lagi. Dan kelemotan dia itu kadang agak mengganggu.

Bagi beberapa orang, NK dipandang kurang pintar. Aku pun sempat berpikir seperti itu, ya mungkin karena kesal juga dengan keterlambatannya dalam mencerna. Tapi setelah bergaul dengan dia dan merasakan kebaikannya, aku mengubah pandanganku. Dia juga terlihat berusaha mengejar setiap ketertinggalannya. Dan walaupun dia lambat, tapi dia rajin mengerjakan tugas.

Dan ternyata ketika harus mempresentasikan judul tesis yang ingin dia ajukan, dia yang paling kelihatan siap. Dia tahu apa yang dia mau tulis, dia tahu dia mau ambil data dari mana dan kenapa dia memilih data tersebut, dia juga tahu teori-teori apa saja yang akan dia pakai dan bisa mendukung penelitian dia. Dan satu lagi, dia mendapat dosen-dosen pembimbing yang sangat bisa diandalkan. Terutama pembimbing kedua dia yang terkenal perfeksionis dan tidak ragu untuk tidak meluluskan mahasiswa yang penelitiannya memang dianggap tidak layak menurut pandangannya. Mendapat dosen pembimbing seperti itu pastinya akan sangat membantu dia nantinya di sidang. Dan terbukti hampir semua mahasiswa bimbingan si dosen ini, penelitiannya memang bagus, valid, dan nyaris tak mendapat masalah berarti di sidang oleh dosen-dosen penguji. Beruntung banget deh pokoknya NK ini.

Belum lagi dengan jurnal yang ternyata sudah dia tulis, dia kirim dan bahkan sudah akan diterbitkan oleh Balai Bahasa. Dia sudah ngga perlu lagi pusing dengan persyaratan sidang.

Aku kemudian berpikir. Dulu aku mencibir dia. Sekarang dia membuktikan bahwa cibiran itu tak pantas dialamatkan ke dia. Oleh siapapun. Termasuk oleh beberapa temanku yang sampai sekarang masih juga memandang remeh dia. Tanpa NK sadari, dia memberiku inspirasi. Walaupun dia lambat mencerna, tampak seperti tidak serius dan kurang bisa mensejajarkan langkah dalam belajar dengan teman-teman yang lain, tapi dia rajin. Dan dia membuktikan dia bisa lebih siap di antara yang lain. Salut.

2 thoughts on “Lambat Tapi Selamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s