Malaikat Tidak Pernah Bersujud kepada Adam

“Maka ketika Aku memberinya bentuk yang sempurna dan telah Aku tiupkan wahyu-Ku ke dalam hatinya, maka jatuhkanlah dirimu bersamanya sujud kepada Allah.” (Al Hijr 15: 30)

Tafsir untuk ayat ini adalah:

“Di dalam ayat ini silah sajada adalah laun yang artinya kadang-kadang ‘kepadanya’ dan kadang-kadang ‘bersama.’ Para ahli tafsir menterjemahkan ‘kepadanya’ yakni ‘bersujud kepada Adam.’ Namun ini bertentangan dengan ajaran Alquran. Jadi kami mengambil arti yang kedua dan menterjemahkan ‘jatuh bersujud bersama Adam.’ Yakni sebagaimana Adam hanya menyembah Tuhan, kamu juga hanya menyembah Tuhan.”

Bertahun-tahun lamanya saya telan saja mentah-mentah pelajaran agama ketika SD. Pelajaran yang menyatakan bahwa ketika Adam diciptakan, Allah menyuruh malaikat bersujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan kepadanya dan ketaatan pada perintah-Nya. Saya lupa bahwa justru tugas Adam sebagai nabi adalah untuk menyampaikan ajaran bahwa tak ada yang patut disembah selain Allah Ta’ala.

Maka, wajarkah kalau Allah justru memerintahkan semua makhluk, termasuk iblis, untuk bersujud kepada Adam? Sementara Adam ditugaskan Allah untuk memberi seruan kepada manusia untuk hanya menyembah-Nya!

Walau kemudian dijelaskan dalam terjemahan Alquran versi Depag, bahwa “Dimaksud dengan sujud di sini bukan menyembah, tetapi sebagai penghormatan.” (Tafsir no. 796). Tetapi tetap saja penjelasan ini sangat bertolak belakang dengan ajaran Alquran.

Nabi Muhammad SAW yang paling mulia di hadapan Allah Ta’ala saja tak pernah mendapat penghormatan ‘istimewa’ semacam ini. Bahkan saking takutnya beliau disembah umatnya, beliau tak ijinkan dirinya digambar atau dilukis. Karena pada masa itu kebiasaan menyembah berhala masih sangat kuat, Rasulullah SAW khawatir gambar atau lukisannya akan dijadikan berhala kemudian disembah umatnya. Walaupun sangat mungkin penyembahan itu sebagai wujud rasa hormat dan cinta umatnya kepadanya. Tapi sangat jelas di sini bahwa Rasulullah tak mau membuka celah sedikitpun untuk terjadinya hal ini.

Oleh karena itu sangat janggal rasanya kalau kala itu Allah SWT betul-betul memerintahkan seluruh makhluk untuk menyembah Adam. Sementara sekian banyaknya nabi ditugaskan untuk mengajak manusia hanya menyembah Allah. Tidakkah kemudian hal ini menjadi kontradiktif?

Karena Allah tidak akan mungkin memerintahkan sesuatu yang bertolak belakang dengan ajaran-Nya sendiri.

 

*Referensi:

– AlQuran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat Jilid II. 2006. Dewan Naskah Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Jakarta: Yayasan Wisma Damai.

– AlQuran Al Karim dan Terjemahnya Departemen Agama RI. Semarang: PT. Karya Toha Putra.

7 thoughts on “Malaikat Tidak Pernah Bersujud kepada Adam

    1. Kalau sujud diartikan taat, maka saya sepakat. Tetapi kalau bentuk sujudnya adalah tindakan seperti sujud dalam shalat, tidakkah itu sama dengan menyembah?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s