Jalaprang

Seperti kota di dalam kota, buatku, Jalaprang memiliki jiwa ramai yang khas. Ada berbagai macam makanan tersedia untuk dibeli di sini. Terutama bagi mereka anak kosan yang berkantong tak tebal.
Buat orang seperti aku, yang tadinya terjebak dengan sepi yang menenangkan di Cisitu, Jalaprang bisa bikin culture shock. Ketenangan yang biasanya aku rasakan di Cisitu, mendadak menguap berganti keramaian yang tak kunjung henti hingga malam hari. Bius “tak pernah tahu malam atau siang” Cisitu, jejaknya tak terbawa sampai kemari. Yang ada hanya riuh ramai kendaraan dan suara-suara penjaja makanan berkeliling.
Awalnya tak biasa. Rasanya hanya ingin menghabiskan satu atau dua hari selama seminggu di sini. Selebihnya ingin pulang ke rumah mertua. Tapi lama-lama, ketika sudah terbiasa, Jalaprang punya pesonanya sendiri. Keramaiannya justru adalah pemikat yang mengikat.
Aku suka tinggal di sini. Walau harus tinggal di sebuah kamar dan harus berbagi kamar mandi. Tapi keramaian Jalaprang menjanjikan pertemanan setia yang tak akan membiarkanku terkungkung sepi.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s