Indonesiaku dan Orang Pinggiran

Dua acara ini memang bukan tontonan yang menghibur. Apa hiburannya melihat kesusahan warga negara Indonesia di pelosok negeri? Mereka yang harus berjibaku dengan alam dan tuntutan ekonomi untuk bisa bertahan hidup pastinya bukan pemandangan yang menyenangkan. Tetapi acara semacam ini tentu memiliki hikmah.

Aku memang sebenarnya bukan penggemar acara semacam ini. Dulu aku merasa acara semacam ini hanya menjadikan penderitaan hidup orang lain sebagai komoditi bisnis semata. Dan aku sama sekali ngga suka. Menjual kesedihan buatku adalah pilihan yang picik.

Tapi hari ini aku melihat, acara semacam ini memang kadang perlu untuk membangkitkan rasa syukur orang-orang kita yang tengah krisis akan perasaan semacam itu. Acara-acara semacam ini memperkenalkan sebuah wajah kehidupan yang menjadikan kita seharusnya berpikir beribu-ribu kali untuk mengeluhkan apapun yang terjadi dalam hidup kita.

Indonesiaku dan Orang Pinggiran juga bisa memancing hasrat kita untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Melihat mereka yang kesulitan, justru seharusnya keinginan kita untuk menolong mereka bisa tumbuh. Lagipula, menurutku, melihat orang lain bahagia menerima apa yang kita berikan atau lakukan untuk mereka, kebahagiaannya berkali-kali lipat daripada kebahagiaan menerima hadiah. Ngga tahu kenapa bahagianya itu beda banget. Tahu bahwa kita bisa memberi manfaat atau kebahagiaan untuk orang lain tuh rasanya luar biasa. Karena itu artinya kehadiran kita di dunia ini memiliki arti. (*¯︶¯*)

Selain itu acara-acara semacam ini juga mampu membangkitkan optimisme. Ketika kita dihadapkan pada situasi yang sangat sulit menurut kita, acara-acara semacam ini bisa mengingatkan kita bahwa ada kaum kita, sesama manusia, yang ternyata mampu menjalani kesulitan yang luar biasa semacam itu. Kalau mereka bisa, mengapa kita tidak?
Lagipula, Tuhan tidak akan memberi kita kesulitan yang tak bisa kita atasi. Ketika kita dihadapkan pada kesulitan, maka sebesar itu pulalah kekuatan yang sebenarnya kita miliki. Hanya kita ngga pernah tahu aja. Ketika ada masalah, itulah kesempatan untuk kita mengetahui besarnya kekuatan dan kemampuan kita menghadapi dan menyelesaikannya. Karenanya, tak sepatutnya kita menyerah begitu saja.

Manusia-manusia perkasa seperti mereka, mampu menumbuhkan kebijaksanaan kita. Dan lebih daripada sekedar kebijaksanaan, ia adalah anugerah karena nilainya lebih mahal dari semua harta yang ada di dunia. Udah bisa dilihat kan kalo ngga semua orang kaya itu bijaksana. Ngga semua orang pintar dan jenius juga bijaksana. Terlebih lagi, ngga semua pejabat juga bijaksana. Itulah makanya kenapa kebijaksanaan itu terlampau mahal di jaman sekarang. Dan acara-acara seperti Indonesiaku dan Orang Pinggiran ini sebenarnya punya manfaat yang juga besar.

Aku ngga bisa bilang bahwa mulai hari ini, kedua acara ini akan menjadi acara favoritku. Tapi minimal, pendapatku mengenai acara-acara semacam ini mulai berubah. Tergantung kemasan sih. Indonesiaku dan Orang Pinggiran, menurutku sih kemasannya agak lebih wajar tanpa dramatisasi berlebihan. Kalau kayak Eat Bulaga yang bagi-bagi hadiah ke orang miskin, aku sih ngga suka. Buatku, kemasannya terlalu banyak drama. Terlalu mengeksploitasi kemiskinan yang dikasih hadiah.

Jadi, ya tetep balik lagi ke kemasan acaranya. o∩_∩o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s