Meracau: Anak

“Ketika orangtua maju sepuluh langkah dalam kebaikan, sang anak hanya maju satu langkah. Namun ketika orangtua mundur satu langkah dalam keburukan, sang anak akan mundur sepuluh langkah.” (Masih Mau’ud as)

Betapa krusialnya peran orangtua dalam menumbuhkan kebaikan di diri anak-anaknya. Betapa vitalnya contoh kebaikan yang harus diperlihatkan orangtua agar anak-anaknya tak terjerembab dalam keburukan akhlak.

Tapi pepatah “worries lead you nowhere” itu sangat ada benarnya. Ketakutan hanya bisa menghentikan langkah kita. Dan bisa dipastikan kitalah yang akan menjadi korban, yang akan merugi. Karena ketakutan tak pernah bisa membawa kesuksesan. Ketakutan tak akan menjadikan kita pribadi yang kokoh untuk berhadapan dengan angkuhnya dunia.

Kita memang tak pernah mendapat pendidikan formal untuk menjadi orangtua yang terbaik untuk anak-anak kita, sebagaimana kita mendapatkan pelajaran bagaimana menjadi anak yang terbaik untuk orangtua kita. Tetapi inilah seninya. Kita ‘dipaksa’ untuk menjadi pelajar sejati ‘hanya’ untuk satu bidang ilmu: mendidik anak. Kita ‘dipaksa’ untuk mau memperhatikan dan berbagi pengalaman dengan orang lain tentang bagaimana mereka mendidik anak-anak mereka dan bagaimana hasil didikan mereka.

Tapi apalah daya manusia tanpa kekuatan dari-Nya. Itulah kenapa ada doa. Karena segala ketidakpastian berdiri di dunia ini. Tak terkecuali, pendidikan akhlak seorang anak. Segala teori yang berusaha kita semayamkan dan ejawantahkan, akan selalu memiliki ketidakpastian. Di sanalah kita memerlukan doa, permohonan yang diiringi kerendahan yang menghamba, bahwa pertolongan-Nya akan selalu kita butuhkan.

Ckck. Tulisan macam apa ini? Ya sekedar racauan yang ingin dilepaskan. Sekedar pikiran kacau yang ingin diabadikan. Agar kelak aku sadar bahwa aku, manusia yang hingga kini belum dianugerahi seorang anak dan sudah sok tahu meracau soal anak, pernah punya pemikiran kacau seperti ini. Agar aku bisa merasa bangga bahwa paling tidak pikiranku mengalami proses kemajuan, baik itu naik atau turun. Hehe.

3 thoughts on “Meracau: Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s