Tak Akan Terganti

kisytinuh

Rabu sore menjelang malam. Ternyata sudah masuk minggu kedua Bulan April. Dan untuk yang kesekian kalinya, penyakit ini kambuh. Muka pucat, tapi tak akan membunuh keinginanku untuk menulis. Banyak yang ingin kutulis sebenarnya. Layaknya benang kusut, ide-ide tersebut menggulung jadi satu. Dari urusan hati hingga urusan ummat. Baiklah. Jujur, aku merasa rindu dengan sosok Khadijah jiwa, raga, dan harta merupakan pembuktian rasa cintanya pada Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Betapa aku sangat mengagumi kekuatan cinta Mujahidah Shalehah tersebut sedari pertama kali kubaca kisahnya di perpustakaan SMP.

Jika ada yang bertanya, “Siapakah wanita paling kuat di dunia?” Tanpa ragu aku akan menjawab mantap, “Khadijah binti Khuwailid bin Abdullah Uzza bin Asad Al-Qursyiyah Al-Asadiyah.”

Jelas bukan Xena, Laila Ali, atau wanita kekar perkasa lainnya. Sebab, kekuatan perempuan bukan terletak pada otot kawat tulang besi atau jago sparing partner. Lagi pula, banyak orang yang hebat dan kuat, justru binasa karena tidak bijaksana dalam…

View original post 869 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s