Lucky I’m in Love with My Best Friend

“Ass. Teman-teman,Teh Neneng titip undangan pernikahan buat anak-anak kelas kita ke Keke. Gimana cara ketemuannya ya? Neneng nikah dengan Pak Yudi teman seangkatan Pak Tatang, tgl 23 Juni 2013 jam 11-15 WIB di Gedung Serba Guna Balai Latihan Kerja; Jl. Gatsu no. 170 Bandung. Nuhun.”

Sms ini benar-benar mengejutkanku karena aku tahu dan kenal kedua calon pengantin, aku tahu mereka berteman sangat dekat, tapi aku tidak menyangka bahwa mereka akan menikah. Tak sempat kubalas sms dari Keke ini, aku langsung sms Teh Neneng. Tak sabar aku ingin mendengar cerita dia bisa menikah dengan Pak Yudi.

Dan ini pembicaraan singkat aku dengan Teh Neneng.

Teh Neneng: “Aku teh temenan udah lama sama dia. Kita sering curhat satu sama lain. Aahh aku anggap dia kaya kakak aku sendiri.. Dia pun ga keberatan. Aku tau pacar-pacarnya siapa saja..

Naah pas tahun ini dia rada aneh.. Baiknya beda..

Pas Maret akhir dia ngajak nikah langsung.

Dua hari kemudian minta ke Bapakku dengan semua persiapan yang telah dia siapkan dari kartu undangan, tanggal nikah dan tempat resepsi.

Bapakku udah tau dia tapi belum pernah ketemu karena aku sering dikasih produk-produk dari toko dia, aku sering kerjasama bikin kaos dan bapakku pake juga..

Bapakku seneng sekaligus kaget juga.. Ahahahaha..”

Aku kemudian tanya: “Waktu diajak nikah, Teh Neneng mikir apa? Udah langsung yakin ya?”

Teh Neneng: “Aku dan dia udah sama-sama capek cari pasangan.. Dan ya pengen nikah.. Tujuan kita sama.. Kita sudah kenal satu sama lain.. Buat apa lama-lama pacaran or harus pedekate lagi.. Udah tau kejelekan ‘n kebaikan dia apa ‘n begitupun sebaliknya.. without realizing it, we love each other actually..

Sebenarnya aku teh udah pasrah ikhlas kalo aku ga dapat pasangan hidup.. Soale aku ketemu cowok brengsek aja selama ini teh.. Eeh aku minta sama Tuhan – Tuhan, kalo aku ga dapat pasangan hidup ya gapapa tapi kasih aku kesibukan yang padat ‘n rejeki yang melimpah untuk aku, orangtua ‘n keluargaku amin

Eh seminggu kemudian diajak nikah.. ahahahahahaha..

Tuhan baik sekali. Ternyata aku dikasih rejeki jodoh..
Tuhan baik sekali. Sangat baik.

Aku 2 tahun yang lalu putusnya tidak baik.. Aku sakit hati banget.. Gara-gara aku S2, aku tulang punggung keluarga.. Dia meninggalkan aku begitu saja..

Aku masih ga percaya mau nikah.. Aahh jadi terharu sendiri..”

Aku bahagia sekali mendengar Teh Neneng akhirnya menemukan seseorang yang terbaik, yang selama ini memang sudah menjadi sahabatnya dan aku cukup kenal.

Apapun itu, semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi siapapun yang hingga kini belum bertemu dengan jodohnya. Seperti kata Tere Liye, ngga ada kata terlambat untuk bertemu dengan jodoh kita. Siapapun itu, tetap sabar dan khuznuzon sama AllahTa’ala.

One thought on “Lucky I’m in Love with My Best Friend

  1. Reblogged this on kisytinuh and commented:
    I’m lucky I’m in love with my best friend
    Beruntungnya aku jatuh cinta pada sahabatku
    Lucky to have been where I have been
    Beruntung berada di tempatku berada
    Lucky to be coming home again
    Beruntung kan bisa kembali pulang lagi
    Ooh ooh ooh

    They don’t know how long it takes
    Mereka tak tahu lamanya waktu yang kita jalani
    Waiting for a love like this
    Tuk menanti cinta yang seperti ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s