From Hero to Zero

Baru aja selesai nonton tayangan di National Geographic tentang kebohongan Lance Armstrong selama tujuh tahun demi memenangkan lomba Tour De France. Ternyata masalahnya tidak sesederhana penggunaan doping semata. Tetapi untuk menutupinya, ada begitu banyak kebohongan lain, intimidasi, dan ancaman kehancuran bagi siapa saja yang berusaha membongkar masalah ini. Mengerikan.

Lance Armstrong sempat mengalami kanker yang mengharuskannya menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya. Ketika dia berhasil melewati masa sulit itu, dia kembali berjuang di balap sepeda. Namun dalam dunia balap sepeda yang keras, dia hanya bisa menjadi urutan ke 36 dalam balap sepeda pertamanya setelah sembuh dari kanker. Akhirnya dia menggunakan jalan pintas. Dia memakai doping untuk bisa bertahan dan menjuarai balap sepeda tahun berikutnya.

Doping yang dia gunakan pun ada berbagai macam. Yang pertama dia gunakan adalah EPO atau nama panjangnya Erythropoietin. Obat ini dapat menghasilkan sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen dalam tubuh. Oksigen ini didistribusikan ke otot sehingga orang yang menggunakannya bisa segar lebih lama dan akan segera pulih dari kelelahan.

Tes doping yang bisa mendeteksi penggunaan EPO baru digunakan pada tahun 2000. Lance tidak kehilangan akal. Dia menggunakan metode baru sebagai doping, yaitu donor darah. Sebelum tiba di arena perlombaan, Lance dan timnya mengambil darah mereka sendiri menggunakan suntik, mengumpulkannya dalam kantung darah dan menyimpannya dalam kotak pendingin. Beberapa saat sebelum lomba, barulah mereka menyuntikkan kembali darah mereka ke tubuh masing-masing. Efeknya sama dengan EPO. Tapi donor darah ini efeknya jauh lebih cepat daripada EPO. Dan tes doping tak bisa mendeteksi doping jenis ini.

Ada beberapa macam obat lain yang digunakan Lance dan timnya tapi dua jenis inilah yang paling sering diungkapkan di media. Bagaimana Lance bisa tahu apa dan bagaimana menggunakan doping ini? Pastilah ada dokter yang terlibat.

Tidak cuma dokter, kawan-kawan setim dan istri-istri mereka juga tahu akan hal ini. Mereka juga hafal mati bagaimana Lance bisa dengan lihai menyangkal setiap tuduhan doping yang dialamatkan kepadanya, membungkam siapa saja yang berniat membongkar kebohongan ini. Lance yang kharismatik, juga pandai dalam menggunakan kesempatan. Lance dekati para politisi dan selebriti. Dia bangun yayasan Livestrong sebagai wadah beramal. Sehingga beberapa kali tuduhan doping yang ditujukan kepadanya bisa lenyap begitu saja tak berbekas, tertutupi oleh ketenarannya. Tapi selama perjalanan karirnya, dan dalam setiap kemenangannya, tuduhan penggunaan doping tak pernah luput menyertainya.

Untuk menutupi kebohongannya karena memakai doping agar menang dalam setiap perlombaan balap sepeda bergengsi seperti Tour De’ France, dia harus melakukan kebohongan dan bahkan kejahatan lainnya. Diantaranya mempersuasi kawan-kawan setimnya untuk juga menggunakan doping, mengancam dan mengintimidasi mereka yang berusaha melawan atau membongkar kebohongannya. Bahkan tak segan-segan menghancurkan hidup siapapun, kawan atau lawan, apabila ada yang berusaha membongkar kejahatannya.

Tapi, kejayaan yang dibangun atas dasar ketidak-jujuran selama bertahun-tahun juga akan melahirkan kehancuran tiada tara hanya dalam waktu singkat. USADA atau US Anti-Doping Agency mengeluarkan laporan sebanyak 1000 halaman yang merupakan hasil investigasi atas penggunaan doping yang dilakukan Lance dan timnya. Laporan ini pada akhirnya memaksa Lance untuk mau tak mau mengakui perbuatannya. Walaupun Lance tak mengakui sepenuhnya kebohongan itu, tapi laporan USADA dan pengakuannya pada Oprah Winfrey cukup untuk menjatuhkan nama baiknya sebagai legenda balap sepeda. Gelar juara Tour De France selama tujuh kali berturut-turut dicopot, hadiahnya harus dikembalikan, kontrak dengan berbagai sponsor satu per satu batal, dan Lance dilarang untuk ikut dalam perlombaan manapun yang disponsori.

Tujuh tahun dia menikmati ketenaran, sanjungan publik dunia yang dia bangun atas dasar kebohongan, manipulasi, dan kejahatan. Tapi hanya dalam waktu beberapa bulan saja, semua itu hilang, lenyap tanpa bekas. Meninggalkannya dalam keterpurukan. Hamilton yang juga kawan lama Lance dalam tim balap sepeda Portal, menyatakan bahwa “Saya bisa mendengar dari suaranya bahwa dia sudah hancur.”

From hero, to zero.

Dalam salah satu cuplikan tayangan di National Geographic, ketika dituduh menggunakan doping, Lance membantah sambil berkata, “Saya tidak mau suatu hari nanti anak-anak saya dipanggil dengan nama belakangnya dengan rasa malu.”

Ironisnya, justru hari ini, rasa malu itulah yang dia wariskan pada keturunannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s