Begitulah Seharusnya

image

Beberapa hari yang lalu aku nonton film bagus, Made in Dagenham. Singkatnya ini film tentang perjuangan 187 pekerja wanita di perusahaan Ford di kota Dagenham yang meminta persamaan gaji dan tunjangan lainnya dengan pekerja pria. Mereka memilih berhenti bekerja sementara sebagai aksi unjuk rasa mereka, sampai tuntutan mereka dikabulkan. Fokus film ini adalah bagaimana para pekerja wanita ini yang dipimpin oleh Rita O’Grady terus berjuang dan bertahan, bersabar dalam setiap tekanan yang diberikan oleh perusahaan atas perjuangan mereka. Karena untuk bisa mendapatkan gaji yang setara, perempuan-perempuan tangguh ini harus rela terjebak dalam berbagai kepentingan dan politik. Sampai akhirnya seorang menteri wanita, Barbara Castle, bersedia menemui para perempuan keren ini untuk berdiskusi. Tadinya Barbara takut dengan ancaman direktur utama Ford yang mengancam akan memindahkan perusahaannya dari Inggris. Barbara pun berusaha bernegosiasi dengan Rita supaya melonggarkan tuntutannya. Tapi Rita bertahan. Dan akhirnya Barbara pun mengabaikan ancaman sang dirut Ford.

Ada salah satu dialog yang aku suka banget dari film ini. Ketika Rita mau menghadiri pertemuan dengan serikat yang ‘katanya’ mau membantu perjuangan mereka, suaminya, Eddie, memintanya untuk berbicara sebentar.

Eddie: Demi Tuhan, aku memang suka minum tapi aku ngga minum-minum tiap malam, atau menggoda perempuan lain.. Aku juga tidak pernah memukulmu. Atau anak-anak.
Rita: Ya ampun.
Eddie: Apa? Kenapa kamu melihatku seperti itu?
Rita: Benar. Sekarang kau adalah orang suci, itu yang ingin kau katakan padaku, Eddie? Kamu orang suci? Karena kamu merasa sudah membiarkan kami berjuang?
Eddie: Maksudmu?
Rita: Itulah yang seharusnya. Jesus, Eddie! Kamu pikir untuk apa semua ini? Kamu benar. Kamu tidak pergi minum-minum, begitu? Kamu tidak berjudi, menemani anak-anak, kamu juga tidak melarang perjuangan kami. Aku memang beruntung. Demi Tuhan, Eddie, memang begitulah seharusnya! Coba pahami ini. Ini masalah hak, bukan keistimewaan. Semudah itu. Sangat mudah.

Kata-kata Rita ini membuatku kemudian berpikir. Kadang kita lupa bahwa kita, sadar atau tidak, sering mengharap pujian untuk keburukan yang tidak kita lakukan. Padahal memang begitulah seharusnya. Seharusnya kita bisa melakukan sesuatu pada jalur yang benar dan tidak mengharapkan pujian untuk itu.

Begitupula karena seringnya kita disajikan pejabat-pejabat tanpa dedikasi lari dari tanggungjawab ketika dihadapkan sebuah kasus, ketika seorang saja melakukan apa yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya, kita memujinya, mengelu-elukannya. Contohnya, Andi Malarangeng. Ketika dia memutuskan mundur ketika ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi Hambalang oleh KPK, tidak sedikit yang memuji. Padahal, itulah yang memang seharusnya dia lakukan. Dan tak perlu pujian untuk itu. Karena sebagai pemimpin, sudah merupakan kewajibannya mengawasi setiap proyek di departemennya. Kalau dia abai, bahkan ikut terjun dalam korupsi itu sendiri, merupakan hal yang wajar kalau dia mundur dari jabatannya. Karena dia sudah tidak layak dipercaya mengemban tugas negara.

Intinya, aku cuma ingin bilang bahwa kita tidak bisa mengharap pujian dari orang lain atas apapun yang memang seharusnya kita lakukan. Begitupula sebaliknya, tak perlu memuji seseorang yang melakukan sesuatu yang memang seharusnya dia lakukan. Jangan memuji berlebihan. Karena pujian yang berlebihan, malah bisa menjatuhkan seseorang ke dalam jurang keangkuhan dan ketakaburan.

Oiya, satu lagi nih kata-kata keren dari Rita ketika dia ditanyai sejumlah jurnalis yang meliput pertemuannya dengan Barbara Castle.

Reporter 1: Bagaimana kalau Nyonya Castle menolak tuntutan kalian?
Reporter 2: Bagaimana kalian akan mengatasinya?
Rita O’Grady: Mengatasinya? Bagaimana kami akan mengatasinya? Kami wanita. Jangan tanyakan pertanyaan bodoh lagi.

Keren, kan! Bikin aku bangga juga sebagai perempuan. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s