“Mati” Sebelum Mati

Good read!

kisytinuh

Malam Kamis semanis Teh yang nyaris dingin, meski tak semanis kismis😀 Tetiba pikiran random saat menyunting beberapa tulisan, muncul. Tentang ceramah shubuh di tempat pengasingan kala Ramadhan. Untuk mencapai fase Baqa dan Liqo’, harus mencapai fase fana fillaah. Dan semua yang ada di dunia ini bersifat fana. Mengetahui dan memahami bahwa dunia ini fana sudah tentu banyak yang bisa, tapi menjalani hidup seolah dunia ini fana, kurasa itu lain perkara.

Bagaimana denganku?

Aku masih meniti di permulaan awal. Sebut saja aku mencari justifikasi, tapi kesadaran ini baru kujahit di dalam hati. Mungkin aku memakai baju kapitalisme atau liberalisme. Mungkin aku menenteng gadget canggih untuk eksistensi atau prestisi, tapi kau tak tahu bahwa aku tak terlalu peduli lagi akan perkembangan teknologi penghias diri. Mungkin aku berbicara segala hal, selayaknya masyarakat kini, tapi kau tak tahu bahwa hatiku tak lagi selera pada gemerlapnya dunia ini.

Sekarang aku selalu berusaha mengingatNya (meski…

View original post 133 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s