Romantis Hingga Senja

Melihat pasangan yang tetap bisa romantis hingga usia senja, membuatku percaya bahwa cinta bisa dijaga. Kakek dan Emak salah satunya.

Mereka bukan pasangan yang seperti di film-film, yang selalu bergandengan tangan kemanapun melangkah. Kakek dan Emak memperlihatkan keromantisan mereka lewat hal-hal kecil namun sangat berkesan di hatiku.

Soal pelayanan, Emak sudah tak diragukan. Pengabdiannya sebagai istri yang setia melayani Kakek, menaatinya, menyokongnya kapanpun dibutuhkan, adalah contoh nyata. Tetapi ada hal-hal kecil, perhatian-perhatian kecil Kakek kepada Emak yang aku tak sangka-sangka.

Contohnya, ketika kami makan bersama, Kakek yang selesai duluan, tanpa diminta oleh Emak, mengambilkan minum untuk Emak. Di saat kebanyakan pria menunggu dilayani istrinya, Kakek memberi contoh bahwa ‘melayani’ tak melulu menjadi monopoli sang istri. Suami pun tak boleh malu untuk melayani istrinya.

Lalu barusan, lagi-lagi Kakek memperlihatkan keromantisannya. Beliau menanyakan Emak sudah makan apa belum, dan tak lupa mengajak Emak untuk makan bersama. Sungguh perhatian kecil yang menggugah.

Apa yang ditunjukkan Kakek memang hanya perhatian-perhatian kecil. Tetapi justru dari perhatian-perhatian kecil inilah aku bisa menilai bahwa Kakek adalah pria yang romantis dan penuh kasih terhadap istrinya.

Aku pun bisa belajar dan meyakini bahwa cinta mampu bertahan hingga tua. Kita bisa mempertahankan keromantisan hingga usia senja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s