Buku atau Ebook?

Rasanya sudah lamaaaaa sekali tidak membeli buku karena benar-benar tertarik untuk membacanya. Terakhir kali membeli buku sekitar bulan Februari. Itu pun karena terdesak kebutuhan tesis, bukan karena memang tertarik untuk membacanya.

Dan dua hari yang lalu, akhirnya beli buku karena memang benar-benar tertarik membacanya. Saya baru sadar ternyata bentuk fisik buku memiliki daya mistis yang memang tak bisa tergantikan dengan buku elektronik, atau ebook. Ternyata saya suka, sekaligus rindu, menyentuh dan mencium bau kumpulan kertas yang telah disusun menjadi buku ini. Sukaaaaaa sekali.😀 Setelah sekian lama saya kira kehadiran ebook mampu menggantikan kehadiran fisik buku, ternyata kini saya harus mengubah pendapat saya bahwa fisik buku tetap memiliki pesona tersendiri. Wangi kertas, ketebalan, serta tekstur yang terasa setiap kali menyentuh buku, memang menimbulkan sensasi yang berbeda sih.

Tapiii.. Buku juga memiliki kekurangan. Bentuk fisiknya menuntut ketersediaan kertas yang banyak yang mengancam keberlangsungan pohon-pohon. Harus diakui, buku menyebabkan konsumsi kertas meningkat. Dan konsumsi kertas yang meningkat menyebabkan penebangan pohon-pohon secara massal semakin membabi-buta. Inilah yang menyebabkan kenapa buku tidak ramah lingkungan.

Selain itu, buku juga berat untuk dibawa kemana-mana. Gadget seperti tablet atau ebook reader, mampu membawa begitu banyak buku tanpa harus memakan banyak ruang di tas. Sementara buku, untuk membawa satu atau dua buku saja, dibutuhkan ruang yang cukup banyak dalam tas. Itulah yang membuat buku dengan bentuk fisiknya tidak praktis dibawa kemana-mana.

Untuk saya yang mencintai kepraktisan dan ingin turut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan (hehe :D), ebook memang harus jadi pilihan utama. Walau sedemikian sukanya saya akan bentuk fisik buku, tetap saja saya akan lebih memilih ebook.

Oke, maafkan ketidakpentingan tulisan ini. Sekian dan terima kasih.😀

2 thoughts on “Buku atau Ebook?

  1. Jadi inget berapa hari yang lalu, ketemu mahasiswa mau pergi kuliah, tapi isi tasnya itu beberapa tab elektronik, handphone dan beberapa gadget lainnya, keliatan repot. Rupanya dia konsep kepraktisan e-book ga mempan di dia. hehe.
    Samaa.. udah lama ga beli buku, karena sayang di buku ga ada fitur Ctrl+F hehe, tapi e-book ga bisa menggantikan kebahagiaan liat deretan buku di lemari buku hehe

    1. Beberapa tab? Banyak-banyak amat..😀
      Iya itu juga kesenangan tersendiri ya liat deretan buku di lemari.. Rasanya seneng aja punya perpustakaan pribadi.. Hihi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s