Bahagia di Hati Saya

Semakin usia saya bertambah, semakin sulit saya menulis sesuka hati. Semakin tua semakin banyak pertimbangan. Ingat ketika dulu masih muda, banyak menulis bahkan untuk hal yang remeh. Dalam sehari, terutama ketika saya tidak (mau) melakukan apa-apa seharian, tulisan untuk dipajang di blog bisa lebih dari tiga atau empat. Bahkan minimal dua blog saya terisi walau tulisannya hanya sekedar keisengan belaka.

Saya sendiri sudah lupa sejak kapan saya tak bisa bebas menulis seperti dulu. Dan setiap berkunjung ke blog, saya sendiri agak sedih melihat jumlah postingan yang sedikit. Bahkan dalam sebulan belum tentu ada tulisan baru. Beberapa bulan belakangan ini bahkan lebih banyak me-reblog tulisan orang lain. Seolah tak ada pikiran yang mengganggu di benak. Padahal ya banyak. Cuma banyak pertimbangan untuk menulis dan menaruhnya di blog.

Tapi, ada satu yang tak berubah dan rasanya tak akan berubah. Yaitu perasaan saya setiap habis menulis. Kebahagiaan setelah menyelesaikan satu tulisan selalu menyelimuti hati. Dan itu yang membuat saya ingin terus menulis.

Walaupun tulisan saya jauh dari kata bermutu, walaupun tulisan saya tak menawarkan pengetahuan yang mengguncang benak dan hati orang lain, tapi saya selalu bahagia setelah menulis. Kalaupun tulisan saya tak menimbulkan gejolak hati di diri orang lain, minimal menulis menyeruakkan bahagia di hati saya. 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s