Kesabaran

Kesabaran bukan berarti seseorang tidak boleh merasa sedih atas kehilangan yang menimpanya. Hal tersebut berarti bahwa seseorang tidak membiarkan perasaan tersebut menguasai dirinya serta menghilangkan akal sehatnya. Tidak masalah bagi seseorang untuk merasa sedih namun hal ini hendaknya diikuti dengan tekad yang baru untuk memperbaiki amalnya lebih dari pada sebelumnya.

Hendaknya diingat pula bahwa hanya mereka yang sabar yang mengetahui hakikat doa. Mereka memahami bahwa terkadang doa dikabulkan dengan cepat dan terkadang pula tidak diterima dengan suatu hikmah di baliknya. Orang-orang mukmin sejati hendaknya senantiasa menyerahkan dirinya kepada kehendak Ilahi; inilah kesabaran yang hakiki dan hal ini akan memperoleh ganjaran di sisi-Nya.

(Kutipan Ringkasan Khutbah Jum’at 02 Oktober 2015
Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz
Tentang : Intisari Dari Adanya Ujian Dan Cobaan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s