Berada di Bahtera yang Benar

Sedih ketika mendengar orang-orang yang kukenal tiba-tiba meragukan apa yang sebelumnya kita sama-sama yakini. Kepergian mereka seperti meninggalkan lubang dalam hati. Semata-mata karena muncul rasa kehilangan akan teman dalam perjalanan.

Tapi kepergian mereka tak pernah meninggalkan jejak keraguan yang sama, setitik pun, dalam hati. Anehnya, kepergian mereka yang ‘didasarkan pada keraguan’ membuat hati semakin yakin dengan apa yang selama ini tertanam.

Entah kenapa kepergian mereka semakin menunjukkan bahwa ‘keraguan’ hanya dijadikan perisai rapuh untuk melindungi alasan sebenarnya mereka memilih pergi. Karena entah kenapa dan bagaimana, mereka menjadi orang-orang yang tak lebih baik dari yang kukenal sebelumnya. Bahkan ada prinsip-prinsip yang sebelumnya begitu teguh mereka pegang, dan menjadi bahan kritik mereka pada kami, justru luntur pula dari diri mereka sendiri.

Ada yang bahkan memilih menjadi pendusta besar. Menyebarkan fitnah yang luar biasa keji padahal sudah bertahun-tahun ia mengenal kami. Tapi seakan tak peduli dengan dosa, ia ‘menebalkan’ kebohongan yang dimuntahkan para pendusta sebelumnya.

Bagaimana aku bisa merasa yakin bahwa orang-orang ini benar akan keraguannya?? Sedangkan untuk ‘membenarkan’ keraguannya, mereka rela berdusta??

Sebaliknya, ‘keraguan’ mereka tak lain hanya menguatkan keyakinanku, bahwa aku sudah berada di bahtera yang benar menuju-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s