[Copas] Tulisan: Apa yang Kita Beli?

Beberapa hari ini, ketika saya belanja untuk Langitlangit ada sebuah pelajaran berharga yang saya dapatkan. Pelajaran yang diperoleh bukan dari belanjanya, tapi dari tempat lain yang kemudian menjadi terkait dengan proses belanja tersebut.

Kehidupan yang semakin materialis dan hedonis seperti sekarang ini memang banyak ujiannya. Ujian bagaimana kita mengelola hawa nafsu kita ketika belanja. 

Seringnya kita diberikan tips dan trik belanja hemat dengan tujuan pengeluaran uang minim tapi bisa mendapatkan barang yang diinginkan. Atau tips dan trik memilih barang tertentu berdasarkan kebermanfaatan atau fungsi. Beberapa hari yang lalu, saya belajar tentang tips belanja yang lebih fundamental lagi.

Yaitu tentang pertimbangan hisab. Bahwa barang-barang yang kita beli/konsumsi nanti akan ada dalam rincian hisab ketika kita sudah di akhirat. Sesuatu yang sebelumnya tidak saya pikirkan sampai semendalam ini.

Akan ditanya barang itu dibeli dengan uang yang halal atau tidak, barang itu digunakan untuk apa saja, dan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang akan kita hadapi ketika membeli sesuatu. Apalagi membeli yang bukan kebutuhan, lebih kepada sesuatu yang tersier atau mewah. Bahkan sampai memaksakan diri untuk kredit yang otomatis itu terjebak dalam riba.

Ketika beberapa waktu lalu saya membeli handphone yang cukup mahal, saya berpikir ulang tentang apa yang sudah saya pegang ini. Jangan-jangan saya tidak bisa mempertanggungjawabkan hisab dari barang ini kelak. Ada perasaan sedih mengetahui apa yang terjadi sebelumnya. Pun ketika hari ini saya memikirkan tentang jumlah mainan mobil-mobilan saya yang begitu banyak dan hanya disimpan, tidak memberikan manfaat apapun sama sekali. Rasanya sedih sekali. Apakah nanti saya bisa mempertanggungjawabkan mainan-mainan itu?

Belanjalah untuk akhirat. Sesuatu yang memang bermanfaat dan memberikan pahala yang mengalir dari sana. Semoga kita semakin bijak dalam menyikapi kehidupan hari ini. Kadang kita memaksakan diri butuh sesuatu padahal tidak. Memaksakan diri ingin memiliki sesuatu yang terkini padahal masih memiliki yang berfungsi. Ya, hidup semakin tidak sederhana. Mencari yang sederhana itu memang semakin sulit🙂

Yogyakarta, 3 Januari 2016 | ©kurniawangunadi

*Diambil dari sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s