Tulisan yang Berisi

 

Pernah ada sebuah kicauan Lika mengenai ide menulis setelah menikah. Menurutnya, setelah menikah, dirinya jadi semacam kehilangan ide lagi untuk menulis, untuk mengisi blognya. Beda sekali keadaannya dengan dulu sebelum menikah, produktivitasnya cukup tinggi.

Kicauan itu membuat saya juga merenung. Sepertinya benar. Karena setelah menikah, entah kenapa saya juga jadi tidak hanya kehilangan semangat untuk menulis di blog sendiri, tetapi juga kehilangan ide ingin menulis apa.

Sebagian ide untuk menulis saya dapat dari pertemuan dan perbincangan dengan kawan-kawan. Dulu ketika masih dalam LDM (Long Distance Marriage) dengan suami, intensitas pertemuan dengan kawan-kawan masih bisa dikatakan ‘cukup’. Cukup untuk membuat benak terisi dengan berbagai macam pemikiran yang layak dituangkan (menurut standar pribadi) dan diabadikan dalam blog pribadi.

Mungkin juga karena hidup terpisah dari suami, membuat tanggungjawab masih berputar pada diri sendiri sehingga belum banyak kewajiban -di luar diri sendiri- yang harus dikerjakan. Waktu luang untuk diri sendiri pun lebih banyak tersedia.

Tetapi ketika hidup serumah dengan suami, otomatis waktu untuk menyendiri, merenung, berkontemplasi (bahasa kerennya) juga semakin sempit. Ada segunung tugas dan kewajiban yang antri untuk dibereskan. Pertemuan dengan kawan-kawan juga nyaris mustahil terjadi karena jauhnya jarak satu dengan yang lain, juga waktu luang yang lebih banyak dihabiskan untuk keluarga masing-masing.

Bisa jadi itu alasan saja, atau memang masih dalam masa adaptasi dari hidup sendiri, dan kini tidak. Paling tidak, itulah yang dirasakan saat ini.

Atau mungkin juga pengaruh usia yang (harus diakui) sudah tidak bisa dikatakan muda. Rasanya semakin ke sini, preferensi juga semakin berubah. Dulu senang sekali bisa memuat tulisan di blog, se-ngga-penting apapun, selama tulisan itu hasil pemikiran sendiri. Sekarang preferensinya berubah.

Sekarang inginnya, tulisan yang dimuat di blog harus memiliki nilai/muatan ilmu/wawasan/pengetahuan. Walaupun tulisan itu bukan hasil pemikiran sendiri, walaupun tulisan itu hanyalah kutipan dari tulisan atau karya orang lain, perasaan yang dihasilkan ternyata sama dengan ketika memuat tulisan hasil pemikiran sendiri. Bahagia.

Tulisan ini juga sebenarnya tulisan ngga penting. Kenapa ditulis dan dimuat? Karena tulisan ini adalah jawaban dari pertanyaan yang justru selama ini menyerang benak sendiri. Tulisan ini adalah jawaban kenapa akhir-akhir ini saya sedang atau lebih sering memuat tulisan atau kutipan karya orang lain ketimbang hasil pemikiran sendiri.

Ngga jaminan sih bahwa di kemudian hari saya ngga akan memuat tulisan ngga penting lagi.😀 Tapi paling tidak, semoga proporsinya tidak mengalahkan tulisan-tulisan yang berisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s