Polosnya Anak-Anak

Anak-anak di sini memanggil suami saya dengan sebutan Pak Ayim. Panggilan ini sebenarnya sudah ditambatkan sejak Mubaligh sebelumnya, Mln. Muzafar.

Waktu itu seorang anak, Farhan namanya, yang usianya masih di bawah 5 tahun, diajarkan orangtuanya untuk memanggil Mubaligh dengan Pak Mualim. Tapi karena pengucapannya belum sempurna, jadilah dia panggil Pak Ayim.

Panggilan ini pun diikuti anak-anak yang lain. Dan ketika suami saya tugas di Melak menggantikan Mln. Muzafar, panggilan ini berlanjut walaupun Farhan kini sudah kelas 1 SD. Saya pun akhirnya juga dipanggil Bu Ayim.

Sore tadi anak-anak mengikuti kegiatan pramadrasah di rumah. Menjelang akhir pelajaran, mereka berebutan ingin bertanya pada suami saya.

Sari: Pak Ayim, aku mau tanya.
Ulya: Pak Ayim, aku mau tanya.
Suami: Ya satu-satu.

Suami pun menjawab pertanyaan Sari. Ketika masih menjelaskan, tiba-tiba Ulya memotong, “Pak Ayim, aku ngga jadi nanya. Udah lupa.”

Spontan saya tak bisa menahan tawa. Pecah tawa saya. 😂😂😂

Belum lagi celotehan polos dari Farhan. Sampai saya lupa apa tadi celotehan dia yang juga membuat saya tertawa.

Memang polosnya anak-anak itu membahagiakan. 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s