Meninggalkan Melak 

Sudah di awal Agustus dan sudah di tempat baru, Selayar.

Pertengahan bulan Juni kemarin, kaget luar biasa dapat kabar harus mutasi ke Selayar. Perasaan bingung harus gimana, harus sedih atau senang. Kenyataannya, dua perasaan ini dialami juga.

Sedih karena harus meninggalkan anggota, terutama anak-anak yang bisa dibilang sedang dekat-dekatnya. Mereka lagi sering nginep di rumah, lagi sering main ke rumah.

Tapi tugas baru telah memanggil. Artinya kami diberi kesempatan baru untuk lebih meningkatkan kualitas diri. 

Ada satu cerita yang sepertinya akan selalu lekat di benak dalam bulan Juni dan Juli kemarin.

Ulya, Nashirat yang paling kecil, tidak diberi tahu orangtuanya bahwa kami akan meninggalkan Melak. Tapi karena selama bulan puasa kemarin Ulya tidur di rumah, mau ngga mau dia lihat kami mengepak barang. Dia tahu kami akan pergi, tapi dia kira kami hanya akan pulang kampung sebentar.

Pembicaraan soal mutasi antara saya dan suami yang tak terhindarkan pun ditanggapi biasa saja oleh Ulya. Dia pun tak pernah bertanya rinci soal kepergian kami. Dia hanya cerita ke ibunya bila dia pulang ke rumahnya sehari dua hari.

Di hari kedua lebaran, saya dan suami pun beranjak meninggalkan Melak. Semua anggota Melak mengantar, termasuk anak-anak. Ulya baru menyadari kami tidak akan kembali ke Melak ketika melihat bawaan kami yang ternyata sangat banyak.

Sekilas saya dengar dia bertanya ke ibunya, “Pak Ayim sama Bu Ayim ngga akan ke Melak lagi kah Bu?” Ibunya sambil tersenyum menjawab, “Iya.”

“Selamanya?” Tanya Ulya lagi. Dan ibunya menjawab lagi, “Iya.”

Begitupun dari tempat parkir pelabuhan sampai ke kapal, Ulya menanyakan pertanyaan yang sama ke saya. 

“Bu Ayim ngga akan ke Melak lagi kah?” Saya jawab, “Iya.” 

“Selama-lamanya?”

Saya jawab, “Ya belum tentu selama-lamanya. Cuma dalam waktu yang sangat lama.” 

Sampai hari ini kami dan anak-anak, termasuk Ulya, masih sering saling menelepon. Mereka masih sering tanya pelajaran juga ke kami.

Dan kami pun tak mau sampai melewatkan proses pertumbuhan dan perkembangan mereka hingga nanti bertemu lagi. Semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s